Donor Darah di Ciparay Disambut Antusias, Warga Diajak Rutin Bantu Pasien Thalasemia

Donor darah di Ciparay, Kabupaten Bandung, disambut antusias warga. Masyarakat diajak rutin donor untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi, termasuk tha

Donor Darah di Ciparay Disambut Antusias, Warga Diajak Rutin Bantu Pasien Thalasemia
Seorang warga Ciparay tengah dicek kesehatan saat kegiatan donor darah, Kamis (10/9/2026).

INILAHKORAN.ID - Aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan donor darah rutin tersebut digelar di Aula Kecamatan Ciparay, Kamis (10/9/2026), hasil kolaborasi Kecamatan Ciparay bersama Yayasan Relawan donor darah thalasemia Indonesia (Redti).

Camat Ciparay Anjar Luguyana mengatakan, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Anjar, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

"Ini bentuk kepedulian sosial. Kami sangat mendukung kegiatan donor darah seperti ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," kata Anjar.

Anjar menegaskan, Kecamatan Ciparay memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, mulai dari penyediaan tempat, sarana dan prasarana hingga pengaturan waktu pelaksanaan agar donor darah berjalan lancar.

Ia berharap kegiatan donor darah tidak hanya rutin dilaksanakan di Kecamatan Ciparay, tetapi juga dapat mendorong kecamatan lain untuk menggelar kegiatan serupa.

"Kami berharap gerakan seperti ini bisa menular ke kecamatan lain. Kepala desa juga bisa ikut menginformasikan kepada masyarakatnya agar semakin banyak warga yang mau menjadi pendonor," ujarnya.

Anjar menilai, semakin banyak masyarakat yang aktif mendonorkan darah, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan, terutama oleh pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin, termasuk pasien thalasemia.

Sementara itu, Ketua Harian Redti Asep Ardiansyah mengatakan, peserta donor darah berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat umum, anggota TNI dan Polri, komunitas, perangkat desa hingga jajaran Pemerintah Kecamatan Ciparay.

Menurutnya, antusiasme warga menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan donor darah secara rutin.

Salah seorang pendonor, Iyep, mengaku rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Selain membantu orang lain, donor darah juga membuatnya dapat memantau kondisi kesehatan.

"Setiap tiga bulan sekali saya donor darah. Dari donor darah kita juga bisa mengetahui kondisi kesehatan, seperti kadar hemoglobin (HB)," kata Iyep.

Namun, Iyep mengaku terkadang tidak bisa mendonorkan darah karena kadar HB yang rendah, terutama ketika kondisi tubuh sedang kurang fit akibat kurang istirahat.

"Kalau sudah kerja dan kurang istirahat, kadang lolos, kadang tidak karena HB rendah," ujarnya.

Iyep pun mengajak masyarakat Ciparay untuk tidak ragu menjadi pendonor darah.

"Hayu warga Ciparay donor darah. Selain untuk menjaga kesehatan, kita juga bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama pasien thalasemia," katanya.


Editor : Ahmad Sayuti