Dorong Digitalisasi Perbankan
Perkembangan teknologi merupakan suatu keniscayaan dan nvestasi akan terus masuk dalam industri yang berperan besar dalam ekonomi digital. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar terus mendorong transformasi lembaga perbankan ke arah digitalisasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Perkembangan teknologi merupakan suatu keniscayaan dan nvestasi akan terus masuk dalam industri yang berperan besar dalam ekonomi digital. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar terus mendorong transformasi lembaga perbankan ke arah digitalisasi.
Kepala Grup Sistem Pembayaran KPwBI Jabar Sukarelawati Permana mengatakan, industri keuangan eksisting kini dituntut berinovasi di tengahn perubahan lansekap ekonomi digital. Mereka diharapkan mampu bersinergi dengan layanan teknologi finansial (financial technology/fintech) guna menghasilkan efisiensi dalam setiap model bisnis dan penyelenggaraannya.
“Regulator dan industri harus bergerak bersama untuk meningkatkan edukasi terhadap konsumen terkait digitalisasi bank. Sehingga mereka memiliki pemahaman dan mengambil manfaat dalam era ekonomi digital,” kata Sukarelawati di Bandung, Kamis (2/5/2019).
Menurutnya, saat ini pihaknya terus mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke nontunai. Hal itu dilakukan untuk menciptakan ekonomi digital sebagai backbone dalam pertumbuhan, inklusivitas, serta stabilitas ekonomi nasional.
“Salah satu target antara yang ingin dicapai yaitu meningkatkan tingkat elektronifikasi yang akan membantu menyediakan suplai uang yang dibutuhkan untuk mencapai target volume transaksi ekonomi nasional. Elektronifikasi ini lebih efisien dibandingkan menggunakan uang kartal yang memiliki ongkos produksinya relatif lebih mahal,” ujarnya.
Dia menegaskan, dalam hal ini BI berperan sebagai operator yang menyediakan layanan sistem pembayaran. Selain itu, pihaknya pun sebagai regulator, perizinan, fasilitator dan pengawas untuk sistem pembayaran yang diselenggarakan industri.
Sementara itu, tren digitalisasi direspons BNI dengan menciptakan new banking experiences melalui diferensiasi kanal layanan perbankan. Bank ini pun mengembangkan digital business baru lengkap dengan ekosistemnya untuk nasabah.
Upaya tersebut sejalan dengan citra baru BNI yang kini bertransformasi menjadi bank digital. Pemimpin Divisi Solusi dan Keamanan Teknologi Informasi BNI Muhammad Faisal Jazuli mengatakan, BNI sejauh ini melakukan eksplorasi maupun eksploitasi terhadap kapabilitas teknologi yang sedang berkembang. Eksplorasi yang dilakukan yaitu berkolaborasi dengan akselerator startup untuk terus mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru dari trend teknologi, adopsi kapabilitas teknologi terkini seperti big data, artificial intelligent, internet of things, API management, cloud, dan blockchain.
“Target utama kita yakni menjadi bank pilihan utama masyarakat. Sekarang,kita tidak hanya membuat produk yang relatif adaptif tapi lebih kea rah sharing layanan perbankan. Konsep sharing economy yang dikedepankan itu menuntut kita berkolaborasi dengan sejumlah fintech yang kini marak,” jelasnya seraya menyebutkan industri keuangan saat kini eranya bukan persaingan lagi.
Menurutnya, untuk eksploitasi kapabilitas teknologi eksisting, dengan mendigitalisasi berbagai kanal seperti BNI mobile banking, SMS banking, internet banking, Agen 46 dan social media platform terus dikembangkan menuju omni channel. Dimana di antara kanal tersebut dapat menggunakan single sign on dan semua fiturnya saling terintegrasi. Melalui omni channel tentunya diharapkan nasabah BNI memiliki experiences dan kenyamanan yang sama.
“Selain mendigitalisasi produk dan layanan yang sudah ada saat ini, BNI juga sedang membangun bisnis digital baru. Dimana kami menyediakan layanan-layanan digital seperti API management services, virtual account, di dalam market ekosistem baru yang akan menghasilkan new revenue stream. Ekosistem tersebut berupa B2C (business to customer), B2B (business to business), dan B2B2C (business to business to customer),” tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani

