Dorong Dunia Kerja Inklusif, 240 Disabilitas Sudah Terserap di Perusahaan

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung mengambil berbagai langkah konkret untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi kelompok difabel, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.

Dorong Dunia Kerja Inklusif, 240 Disabilitas Sudah Terserap di Perusahaan

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung mengambil berbagai langkah konkret untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi kelompok difabel, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman menyampaikan, saat ini tercatat sebanyak 240 penyandang disabilitas telah bekerja di 64 perusahaan yang tersebar di Kota Bandung. Menurutnya, adalah langkah awal yang positif menuju lingkungan kerja yang lebih ramah bagi semua kalangan.

"Kami terus mendorong perusahaan swasta agar memenuhi kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas, minimal satu persen dari total karyawan. Sementara untuk instansi pemerintah, porsinya dua persen," kata Andri Darusman, Jumat 27 Juni 2025.

Menurut ia, penyandang disabilitas yang telah terserap kebanyakan merupakan penyandang disabilitas fisik ringan yang dinilai mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. 

Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan administrasi. Tak ingin sekadar mendorong dari luar, Disnaker Kota Bandung juga siap memberi contoh. Rencananya, dua penyandang disabilitas akan direkrut untuk bekerja di kantor Disnaker sendiri.

"Kami ingin memberi contoh langsung. Kalau pemerintah tidak mulai duluan, bagaimana sektor lain mau ikut," ucapnya.

Langkah ini, diharapkannya bisa memperkuat pesan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar objek bantuan. Tetapi subjek yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi di dunia kerja.

Pihaknya pun terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan mengenai pentingnya menciptakan ruang kerja yang inklusif, mulai dari pelatihan adaptif hingga penyesuaian fasilitas kerja. "Komitmen ini harus dibangun bersama. Para penyandang disabilitas punya kemampuan, tinggal bagaimana kita memberi kesempatan," ujar dia. *


Editor : Ahmad Sayuti