INILAHKORAN, Bandung - Dosen S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan dilaksanakan di Graha Kadin Kota Bandung Jalan Telaga Bodas 31 Bandung.
Kegiatan PKM ini untuk para usaha mikro kecil menengah (UMKM) Binaan Kadin Kota Bandung, dengan mengusung tema Orientasi Implementasi Industri 4.0 pada UMKM Kadin Kota Bandung.
Pada kegiatan tersebut, hadir Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Wakil Dekan FEB Universitas Widyatama Evi Octavia, dan sejumlah dosen S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama yang menjadi narasumber, seperti Intan Widuri Sakti, Nugraha Saefudin dan Asep Sudrajat.
Para peserta UMKM pun mengikuti dalam pemaparan yang disampaikan oleh beberapa narasumber.
Intan Widuri Sakti mengatakan, bahwa para UMKM diingatkan kembali bahwa kemasan merupakan media promosi paling sempurna, dan sarana branding untuk menyampaikan berbagai hal seperti kegunaan produk, motto atau slogan, jargon dan sebagainya.
"Tetapi dalam penempatan dan kepadatan informasi harus dikontrol dan dipertimbangkan. Karena, desain yang terlalu ramai dan overlap justru akan membuat pembeli enggan melihat kemasan," ujar Intan Widuri Sakti, Rabu 15 Juni 2022.
Selain itu, Nugraha Saefudin menyampaikan, UMKM harus diingatkan, bahwa hal penting yang harus dilakukan pada era revolusi 4.0 ini adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini.
Tetapi tentunya dalam pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan keinginan serta karakteristik konsumen masing-masing. Sehingga UMKM akan mampu membuat produk dan layanan yang memenuhi harapan konsumen yang mana akan berdampak dengan terciptanya pasar yang luas yang dapat menambah keuntungan bagi UMKM.
Asep Sudrajat pun memaparkan, para UMKM diharapkan dalam menjalankan sebuah bisnis harus memahami berbagai macam risiko yang akan dihadapi, oleh karena itu harus mengelola dan mengatur setiap sumber daya yang dimiliki dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan yang direncanakan.
"Disinilah pentingnya Manajemen Risiko diterapkan. agar masalah atau hambatan dapat diminimalisir serta dapat diatasi dengan lebih efektif," ucapnya.
Menurutnya, para UMKM sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh para narasumber, ini terlihat dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para peserta.
"Harapan dari paparan dan tanya jawab yang telah dilaksanakan dapat membantu para Binaan Kadin Kota Bandung dalam menjalankan usaha mereka untuk dapat terus maju dan berkembang," imbuh Asep Sudrajat.
Dalam sambutannya Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa, menyampaikan, bahwa UMKM di Era Industri 4.0 ini dituntut untuk terus mau belajar dan mau membuka diri untuk menerima perubahan.
"Supaya dapat bertahan serta mempunyai daya saing baik lokal, Nasional bahkan Internasional," tambah Iwa Gartiwa. *** (Okky Adiana)