DP3A Kota Bandung: Banyak Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kini Mulai Berani Melapor

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, sekitar 200 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2024.

DP3A Kota Bandung: Banyak Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kini Mulai Berani Melapor
“Untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak itu masih ada. Khusus kekerasan terhadap perempuan sudah mulai menurun. Tapi di anak, angkanya masih tetap. Belum ada penurunan,” kata Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati, Kamis 8 Mei 2025. (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, sekitar 200 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2024.

Dari jumlah tersebut, kasus bullying terhadap anak mendominasi dengan 127 laporan. Meski angka kekerasan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara keseluruhan mengalami penurunan, kasus pada anak masih menunjukkan tren stagnan.

“Untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak itu masih ada. Khusus kekerasan terhadap perempuan sudah mulai menurun. Tapi di anak, angkanya masih tetap. Belum ada penurunan,” kata Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati, Kamis 8 Mei 2025.

Belum turunnya angka kekerasan anak di Kota Bandung  bisa dimaknai sebagai pertanda baik karena semakin banyak korban yang mulai berani melapor.

“Ini juga bisa jadi indikator, bahwa edukasi yang kami lakukan mulai membuahkan hasil. Melalui program pelopor dan pelapor dan speak up, kami dorong korban untuk tidak diam,” ucapnya.

Pihaknya pun mengakui, masih menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang baru dilaporkan bertahun-tahun setelah kejadian terjadi. Hal ini, menunjukkan masih banyak korban yang takut, malu atau tidak tahu cara melapor.

“Fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak itu masih seperti gunung es. Tapi kami terus membuka jalur pelaporan, baik datang langsung ke Jalan Tera, ke Puspaga di Jalan Ibrahim Aji, lewat telepon, WhatsApp atau Senandung Perdana," ujar dia.

Uum berharap, semakin banyak masyarakat yang berani speak up. Tujuannya tidak lain, agar kasus-kasus kekerasan anak di Kota Bandung bisa cepat tertangani dan dicegah sejak dini.


Editor : Doni Ramdhani