DPMPTSP Jabar Prediksi Target Investasi Tahun Ini Capai Rp250 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Nining Yuliastiani memprediksi, target realisasi investasi pada 2024 ini dapat mencapai Rp250 triliun.

DPMPTSP Jabar Prediksi Target Investasi Tahun Ini Capai Rp250 Triliun

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Nining Yuliastiani memprediksi, target realisasi investasi pada 2024 ini dapat mencapai Rp250 triliun.

Nining mengatakan, sejatinya dari pemerintah pusat belum menyampaikan target dari masing-masing provinsi pada 2024 ini, mengenai realisasi investasi.

Namun kata Nining, bila menilik pada 2023 silam. Dimana kemungkinannya Jawa Barat dibebankan target dengan persentase yang sama, maka angkanya jelas naik dari Rp188 triliun di 2023, menjadi Rp250 triliun pada tahun ini.

"Kita belum (menerima target). 2023 kemarin target (nasional) Rp1.400 triliun, kita dapat jatah Rp188 triliun. Berkisar 14 persen. Tahun ini (pemerintah pusat targetkan) Rp1.650 triliun. Apabila diposisikan sama, sekitar Rp250 triliun (target realisasi investasi Jabar di 2024). Tapi memang kita belum dapat ancer-ancernya," ujar Nining di Kota Bandung belum lama ini.

Pada 2023 silam, sejak Januari hingga September investasi di Jabar didominasi penanaman modal asing (PMA) sekitar 60 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar 39 persen. Titik investasi terbesar yakni Kabupaten Bekasi sebesar Rp41,5 triliun, kemudian Kabupaten Karawang Rp35,1 triliun, Kabupaten Bogor Rp12 triliun, Kabupaten Purwakarta Rp10,7 triliun dan Kota Bekasi Rp8,6 triliun.

Ada lima sektor yang diminati investor yakni transportasi, gudang dan komunikasi senilai Rp28,8 triliun. Sektor investasi perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp19,5 triliun. Sektor industri logam mesin dan elektronika Rp16,2 triliun. Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya dengan nilai investasi sebesar Rp15,8 triliun.

Dengan capaian tersebut, tercipta serapan tenaga kerja dari Januari-September 2023 sebanyak 192.414 orang dengan rincian 96.680 tenaga kerja terserap pada investasi PMA dan 95.734 tenaga kerja investasi PMDN. 

Tidak menutup kemungkinan pada 2024 sekarang, dominasi tidak berbeda jauh dengan tambahan sejumlah beberapa kanal yang dapat ditawarkan yaknu Kawasan Segitiga Rebana, Jabar Selatan dan Ciayumajakuning. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti