DPR RI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Pastikan Program MBG Berjalan Efektif
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). DPR pun terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Purwakarta- Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurachadianna terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk dapat memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif. Mengingat, program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk memberikan gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Cellica Nurachadianna pada kegiatan Sosialisasi Program MBG di Gor Salammulya, Purwakarta Senin, 26 Mei 2025. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh 300-an peserta yang merupakan warga setempat.
Turut hadir mendampingi Cellica Nurachadianna, Tenaga Ahli Kepala BGN Fatimah Zahra, serta perwakilan Dinkes Kabupaten Purwakarta Dewi Arianti Putri.
Pada kegiatan tersebut, Cellica Nurrachadianna juga kembali memaparkan mengenai program MBG yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan anak-anak dan ibu hamil.
"Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan mitra pihak ketiga seperti yayasan pendidikan dan komunitas untuk memastikan program ini berjalan efektif dan lancar," ucap Cellica Nurrchadianna.
Selain itu, Teh Celli sapaan akrabnya Cellica Nurachdiana juga mengigaatkan kepada masyarakat mengenai dukungan dari semua pihak dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Dengan adanya program MBG, enerasi mendatang diharapkan memiliki kecerdasan dan ketangguhan. Acara ini juga menjadi wadah untuk membangun interaksi antara warga dan pemerintah, serta membahas peran serta masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah," jelas Cellica.
Program MBG ditujukan kepada 4,7 juta anak-anak dan ibu hamil menyusui untuk memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi. Untuk itu masyarakat harus berperan aktif melalui partisipasi dalam kegiatan pengolahan makanan dan distribusi.
Pemerintah juga sudah merancang program untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja di dapur umum atau dapur sehat.
Diharapkan penciptaan 230 ribu lapangan pekerjaan akan lahir dari pengimplementasian program dapur umum. Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG akan berisikan 45 - 50 petugas memasak makanan.
Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.***
Editor : Ghiok Riswoto

