DPRD Jabar Soroti Rangkaian Sekolah Ambruk, Minta Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Pendidikan
Rangkaian peristiwa ambruknya bangunan sekolah di Jawa Barat kembali menjadi sorotan serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai, aspek keamanan gedung pendidikan di seluruh kabupaten dan kota perlu dievaluasi menyeluruh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Rangkaian peristiwa ambruknya bangunan sekolah di Jawa Barat kembali menjadi sorotan serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai, aspek keamanan gedung pendidikan di seluruh kabupaten dan kota perlu dievaluasi menyeluruh.
Terbaru, insiden atap ambruk terjadi di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang menyebabkan sejumlah siswa mengalami luka-luka. Sebelumnya, peristiwa serupa juga menimpa SMP Pasundan 1 Kota Bandung dan SMKN 1 Cileungsi beberapa waktu lalu.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jabar, Zaini Shofari mengatakan, keamanan bangunan sekolah tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, bahkan tahan terhadap berbagai bencana alam.
“Ini adalah bagian dari pelajaran penting tentang konsep sekolah aman, karena kalau bicara sekolah bukan hanya tahan bencana alam seperti banjir, gempa, atau angin puting beliung, tapi juga terkait keamanan bangunannya,” ujar Zaini, Senin 3 November 2025.
Zaini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan fisik bangunan sekolah. Ia menilai, kejadian ambruknya sekolah tanpa hujan dan angin kencang menunjukkan lemahnya pengawasan dan perawatan berkala.
“Termasuk juga yang harus dilakukan adalah evaluasi secara nyata fisik gedung yang harus rutin dilakukan agar kejadian seperti dua bulan lalu di SMKN 1 Cileungsi juga tidak terulang. Nah, yang ke depan yang harus dilakukan itu,” katanya.
Menurut Zaini, pengecekan kondisi fisik bangunan sekolah semestinya menjadi bagian dari proses akreditasi sekolah. Dengan demikian, pihak sekolah wajib memastikan kondisi gedungnya benar-benar aman dan layak digunakan.
“Itu salah satunya adalah fisik bangunan yang dicek secara berkala. Dan ini juga bukan hanya pemerintah provinsi, tapi harus dipadukan dengan pemerintah pusat karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Zaini juga mendesak agar Dinas Pendidikan Jawa Barat segera menangani bangunan sekolah yang rusak, khususnya di SMKN 1 Gunung Putri, agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.
“Saya mendorong pemerintah provinsi, khususnya Dinas Pendidikan, agar segera menangani kejadian seperti yang terjadi saat sekarang,” tegasnya.***
Editor : JakaPermana

