DPRD Kecewa Pengerjaan ATP Tidak Sesuai Perjanjian

DPRD Kabupaten Cirebon mengaku kecewa dengan pembangunan ATP yang tidak sinkron antara akte adminsitrasi dan pengerjaan di lapangan.

DPRD Kecewa Pengerjaan ATP Tidak Sesuai Perjanjian
Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon kecewa saat sidang pengerjaan proyek ATP.

INILAHKORAN, Cirebon – DPRD Kabupaten Cirebon kecewa dengan pengerjaan proyek Alun-alun Taman Pataraksa (ATP).

DPRD Cirebon menganggap pengerjaan proyek ATP antara administrasi dan pengerjaan di lapangan tidak sinkron.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi III DPRD Cirebon Mahmud Jawa saat menggelar inspeksi dadakan  (Sidak) di proyek ATP yang berada di depan Gedung Pemkab Cirebon, Selasa 11 Januari 2022.  

Baca Juga: Langanan Setiap Tahun, Ribuan Rumah Kecamatan Waled Cirebon Terendam Banjir

Mahmud Jawa pun mengaku kecewa lantaran saat di lapangan orang yang hadir tidak sesuai dengan yang tertera dalam akte pengerjaan. Bahkan, Dinas LH  mengaku mengajukan addendum hanya dua hari, sebelum akhir tahun. Tetapi sampai  tanggal 10 Januari 2022, masih ada belasan orang yang mengerjakan pekerjaan di proyek tersebut.

"Itu bukan pemeliharaan Mas. Kalau pemeliharaan itu, sudah selesai 100 persen. Ini kan masih mengerjakan yang belum selesai. Artinya antara adminitrasi dengan fakta tidak sinkron, apabila tidak sinkron maka patut kita pertanyakan. Salah satunya basement masih banjir. Katanya untuk taman tapi faktanya ada rambat beton, bagaimana subur tamannya jika dirambat beton," ungkap Jawa.

Ia juga menegaskan, jika memang ada tahap II untuk pembangunan ATP ini, sudah dipastikan ABPD Kabupaten Cirebon tidak menganggarkan di 2022 ini. Pihaknya juga sangat menyayangkan, ketika ada anggaran dari provinsi, tetapi dalam pelaksanaannya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Tega, Honor Covid-19 Nakes di Cirebon Dipotong Oknum Pejabat Dinkes?

"Mudah-mudahan ke depan SKPD bisa arif dan bijaksana dalam menentukan perusahaan, semua komponen bisa melihat kredibilitas perusahaan. Jadi kualifikasi itu tidak hanya yang menawar terendah, tapi aspek lainnya juga harus dilihat," ujar Jawa.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Cirebon Iwan Ridwan Hardiawan menjelaskan, fokus kegiatan DLH bersama Komisi III DPRD tahun ini adalah sinkronisasi program tahun 2022 dan evaluasi 2021.  Salah satunya adalah melihat progres pembangunan taman Pataraksa.

Iwan menilai, untuk tahap pertama, pekerjaan sudah selesai. Kalaupun masih ada, masuknya pemeliharaan sampai enam bulan ke depan. Meskipun ada kekurangan. Sedangkan berdasarkan evaluasi dari Management Kontruksi (MK), pekerjaan di tahap pertama sudah 100 persen. Sesuai target.

Baca Juga: Gotas Kritisi PDIP Kabupaten Cirebon Yang Tak Hargai Senior

"Kalaupun ada koreksi itu wajar. Inikan tahap pertama,"  tuturnya.

Sementara itu, kontraktrok ATP, Toto Suharto mengatakan, memang ada kekurangan dalam pembangunan revitalisasi taman Pataraksa di tahap pertama, tapi tidak secara menyeluruh. Karena pembangunan itu sampai dua tahap.

 "Tahap pertama sudah 100 persen. Penyelesaian berikutnya di tahap kedua," katanya.

Dia menambahkan,  pekerjaan yang masih berjalan di tanggal 10 Januari 2022 ini, hanya sebatas perapihan. Namun, pihaknya menekan kepada mereka sebagai pihak penyelenggara untuk lebih cepat melakukan perapihan.

"Memang ada beberapa pekerjaan yang kurang maksimal.  Ada yang dibongkar, kemudian dipasang lagi. Dan item pekerjaan nya sangat kompleks sekali," katanya. *** (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran