DPRD Prihatin Insiden Pasar Soreang, Dorong Evaluasi dan Panggil Kontraktor
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ambruknya bangunan di Pasar Soreang yang menelan korban jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ambruknya bangunan di Pasar Soreang yang menelan korban jiwa.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bandung, kami turut prihatin dan bela sungkawa atas meninggalnya Ade Supriatna, warga Kampung Leuwimunding RT 01 RW 02, Desa Sadu, Kecamatan Soreang,” kata Renie, Rabu 18 Maret 2026.
Renie menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang. Dia juga menyampaikan duka cita kepada para pedagang dan masyarakat yang terdampak insiden tersebut.
Menurutnya, DPRD Kabupaten Bandung bersama pemerintah daerah akan segera mencari solusi, termasuk merelokasi pedagang ke tempat yang lebih aman, memberikan bantuan pemulihan usaha, serta memastikan pembangunan ulang pasar jika diperlukan dilakukan dengan kualitas bangunan yang lebih baik dan pengawasan ketat.
Renie mengatakan, pasar tersebut dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat sekitar. Karena itu, bangunan pasar seharusnya kokoh dan tahan lama agar tidak mudah ambruk dan menimbulkan kerugian materiil maupun korban jiwa.
“Bangunan pasar yang rapuh juga akan menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan warga,” ujarnya.
Meski demikian, Renie mengajak semua pihak untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan dari kepolisian selesai dan diumumkan secara resmi.
Namun demikian, DPRD Kabupaten Bandung memastikan akan memanggil dinas terkait serta pihak kontraktor pembangunan pasar, PT Bangun Bina Persada, untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.
Jika ditemukan indikasi kelalaian atau pelanggaran prosedur, DPRD akan mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
“Ke depan Pemkab Bandung harus lebih ketat dalam pengawasan proyek infrastruktur, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga serah terima pekerjaan,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

