DPRD Tepis Rumor Pertarungan Panas Tahta Sekda Kabupaten Cirebon
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Sofwan menepis terkait adanya rumor pertarungan panas tahta Sekda Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Terkait adanya rumor pertarungan panas tahta Sekda Kabupaten Cirebon, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Sofwan menepisnya.
Menurutnya, di kelembagaan DPRD setempat rumor pertarungan panas itu terjadi secara terbuka antara Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Wahyu Tjiptaningsih. Dalam proses open bidding Sekda Kabupaten Cirebon itu Imron terkesan diam dan sudah punya jago sendiri. Hal itu wajar karena penentuan Sekda itu merupakan hak preogatif bupati.
Sofwan menegaskan, sebetulnya DPRD dan para pejabat eselon II tidak perlu khawatir dengan keberadaan isu putra mahkota. Pasanya, proses seleksi Sekda Kabupaten Cirebon itu bersifat terbuka. Artinya, siapapun berhak ketika sudah memenuhi syarat.
Baca Juga: Korban Meninggal Pick Up Masuk Jurang Jadi 8 Orang, Ini Dia Kronologisnya
"Kenapa seleksi terbuka Sekda sepi pendaftar. Kenapa hanya ada empat nama. Padahal, Sekda itu merupakan puncak jabatan bagi eselon 2. Harusnya jangan sampai sepi peminat," kata Sofwan, Senin 8 Agustus 2022.
Justru akunya, yang awal-awal mendaftar malah pejabat pejabat yang terbilang baru di Kabupaten Cirebon. Namun, dia menilai banyak juga kemungkinan lain. Bisa jadi, karena selama ini Sekda perannya kurang. Atau, adanya deal politik mendekati hajat Pilkada yang dianggap menjadi beban kedepan.
"Sehingga banyak dari eselon II yang telah lama berkiprah tidak mau mendaftar. Saya tidak paham alasan sepinya peminat calon Sekda. Padahal kenapa eselon II tidak pada mendaftar,' jelasnya.
Baca Juga: Ini Daftar 8 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Maut di Ciamis, Tiga Orang Belum Teridentifikasi
Namun, dari data yang diperoleh menyebutkan, dua nama baru yaitu Hilmy Rivai dan Deni Nurcahya, perolehan nilanya bertolak belakang. Dari hasil nilai rekam jejak, Iwan Ridwan yang juga Kadis LH memperoleh nilai 4,555.
lalu, Hilmi Rivai yang sekarang menjabat sebagai Assisten Perekonomian mendapatkan nilai 4,553. Iyan Ediyana yang menjabat sebagai Inspektur daerah memperoleh nilai 4,461. Sedangkan Deni Nurcahya harus puas di urutah ke empat dengan nilai 4,175.
Sementara hasil test Kompetensi dan Psikologi, Hilmy memperoleh nilai yang hampir sempurna dari nilai sempurna yaitu 5,000. Dia memperoleh nilai 4,997, disusul Iwan 4,898 dan Iyan memperoleh nilai 4,803. Sementara Deni kembali pada urutan buncit dengan nilai 4,281. Tercatat, nilai ini adalah nilai yang paling objektif karena by system.
Baca Juga: Di Bandung Lautan Kebaya, Bersama RIbuan Emak-emak Nico Siahaan Dukung Penyelamatan Bandung Zoo
Sedangkan untuk penilaian makalah, Iyan pada urutan atas dengan nilai 4,260, disusul Hilmy dengan nilai 4,220, iwan dengan nilai 4,020 dan disusul deni dengan nilai 3,960.
Bila dikalkukasikan, Hilmy rivai memperoleh nilai paling tinggi dengan nilai 13.750. Disusul Iyan dengan nilai 13.524
dan Iwan dengan nilai 13.474. Alhasil, dari akumulasi nilai rekam jejak, kompetensi dan psikologi serta nilai untuk penilaian makalah, Deni Nurcahya sudah tidak masuk kategori tiga besar.*** (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran

