Drainase Buruk, Jalan Raya Soreang-Cipatik Dikepung Cileuncang

Buruknya drainase di sepanjang Jalan Raya Soreang-Cipatik wilayah Kampung Sukarame Desa Parungserab Kecamatan Soreang Kabupaten memicu banjir cileuncang. 

Drainase Buruk, Jalan Raya Soreang-Cipatik Dikepung Cileuncang
Banjir cileuncang di Jalan Raya Soreang-Cipatik
INILAH, Bandung - Buruknya drainase di sepanjang Jalan Raya Soreang-Cipatik wilayah Kampung Sukarame Desa Parungserab Kecamatan Soreang Kabupaten memicu banjir cileuncang. 
 
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Selatan mengakibatkan banjir cileuncang di beberapa ruas jalan. Salah satunya terpantau di sepanjang Jalan Raya Soreang-Cipatik. Luapan air memenuhi jalan tersebut. 
 
Sampah yang berasal dari selokan terdorong keluar dan berserakan di jalan. Saluran air yang tersumbat menyebabkan laju air tertahan dan memenuhi badan jalan. Cileuncang setinggi kurang lebih 10 sentimeter menggenangi jalan tersebut.
 
"Setiap hujan juga seperti ini, karena selokannya mampet tertutup sampah. Jadinya air keluar dan sampah di dalamnya pada keluar mengotori jalan," kata Lukman (24), seorang warga sekitar, Senin (3/12). 
 
Genangan cileuncang ini, kata Lukman, biasa terjadi setiap hujan turun.  Hal ini juga terlihat di beberapa ruas jalan lainnya di sekitaran Soreang. 
 
Padahal, Jalan Raya Soreang-Cipatik ini, lokasinya tepat berada disamping kiri Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung. Namun sayangnya, seingat dia, dari dulu hingga sekarang masalah banjir cileuncang ini tak kunjung selesai.
 
"Karena jalannya tergenang air,sering juga ada orang pakai motor celaka karena tergelincir. Dan setelah hujan selesai, kami pun harus membersihkan sampah yang berserakan di jalan, soalnya kalau dibiarkan yah jijik enggak enak dilihat juga,"ujarnya. 
 
Ade Rohmat (45), seorang warga Kampung Sukarame lainnya menambahkan, genangan cileuncang di badan jalan ini menyebabkan sebagian rumah warga yang posisinya lebih rendah kebanjiran. 
 
"Cipratan air yang kena dorong kendaraan juga masuk ke dalam rumah. Bagaimana ini pemerintah, bikin jalan tanpa mikirin saluran air yang benar, akibatnya yah rumah kami kebanjiran terus,"keluh Ade. 
 
Selain di sepanjang Jalan Raya Soreang-Cipatik, banjir cileuncang juga terlihat disepanjang Jalan Raya Al fathu, Jalan Raya Bandung-Soreang, pertigaan  warunglobak, perempatan Jalan Raya Gading Tutuka, depan Pasar Soreang dan beberapa tempat lainnya. 
 


Editor : inilahkoran