Drama Kartu Merah dan Tiga Eksekusi Penalti Gagal Iringi Kandasnya Sao Paulo di Copa do Brasil
Gagalnya tiga eksekusi penalti mengiringi kandasnya Sao Paulo di Copa do Brasil. Mereka menyerah dalam laga Atletico Paranaense vs Sao Paulo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Rio de Janeiro – Gagalnya tiga eksekusi penalti mengiringi kandasnya Sao Paulo di Copa do Brasil. Mereka menyerah dalam laga Atletico Paranaense vs Sao Paulo.
Laga Atletico Paranaense vs Sao Paulo di ajang Copa do Brasil harus diakhiri dengan drama adu penalti setelah selama 90 menit, tuan rumah hanya unggul 1-0.
Drama adu penalti harus dilakukan karena kedudukan kedua kubu menjadi imbang 2-2 dalam dua pertemuan. Pasalnya, saat menjamu Atletico Paranaense, Sao Paulo menang 2-1.
Sao Paulo yang menang pada pertemuan pertama, mendapatkan tanda-tanda kesulitan, bahkan sejak pertandingan dimulai.
Baru dua menit laga jalan, pemainnya Damian Bobadilla menerima kartu kuning. Dua menit berselang, kiper Rafael yang menerima kartu merah.
Kehilangan Rafael sebagai kiper, membuat Sao Paulo harus menarik Rodriguinho keluar lapangan. Itu agar kiper cadangan Jendrel bisa masuk mengisi posisi penjaga gawang.
Bertarung dengan 10 pemain, Sao Paulo sulit memberi perlawanan. Sepanjang babak pertama, gawang mereka dihujani ancaman dari kubu Atletico Paranaense.
Beruntung, Jendrel bisa bertarung gemilang. Dia berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan selama 45 menit itu.
Tekanan Atletico Paranaense tak berubah di babak kedua. Mereka terus membombardir pertahanan Sao Paulo.
Salah satunya membuahkan hasil di menit ke-69. Renan Peixoto yang baru masuk tiga menit sebelumnya sebagai pemain pengganti, mencetak gol tersebut.
Tapi, di sisa pertandingan, Atletico Paranaense gagal memanfaatkan situasi. Mereka tak mampu mencetak gol tambahan untuk lolos langsung ke perempat final.
Pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti setelah kedudukan bertahan 1-0.
Dalam drama adu penalti, Sabino dari Sao Paulo gagal melakukan eksekusi pertama. Tak hanya Sabino, eksekutor berikutnya, Gonzalo Tapia juga bernasib sama.
Kegagalan Sao Paulo makin lengkap setelah Jandres yang bertugas sebagai eksekutor ketiga, ikutan gagal menjalankan tugasnya.
Sementara tiga eksekutor pertama Atletico Paranaense, Giuliano, Angel Esquivel, dan Stiven Mendoza sama-sama berhasil menjebol gawang Sao Paulo. (*)
Editor : Zulfirman

