Dua Anak Muda Bandung Perjuangkan Tas Lokal Taklukkan Brand Impor

Permasalahan dunia usaha kreatif saat ini adalah sulitnya mengajak masyarakat untuk lebih memilih karya dalam negeri ketiimbang impor. Tak jarang, kualitas barang lokal diragukan hingga dianggap tidak pantas dibanderol setara produk impor.

Dua Anak Muda Bandung Perjuangkan Tas Lokal Taklukkan Brand Impor
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung- Permasalahan dunia usaha kreatif saat ini adalah sulitnya mengajak masyarakat untuk lebih memilih karya dalam negeri ketiimbang impor. Tak jarang, kualitas barang lokal diragukan hingga dianggap tidak pantas dibanderol setara produk impor.

Hal tersebut yang sedang diperjuangkan dua anak muda kreatif asal Kota Bandung, Adit Yara dan Rangga Yuzar. Melalui produk NIION mereka ingin mengubah paradigma yang sudah melekat di masyarakat tersebut. 

Sebagai Founder NIION, Adit menilai  masyarakat kerap kali hanya melihat sisi bahan dan harga yang ditawarkan, namun mengabaikan proses kreatif dari terciptanya produk itu.

"Contohnya di Jepang, produk dari Jepang bisa mahal padahal itu lokal. Intinya, lokal Indonesia pun dengan kualitas, design, branding, hingga creative value bisa mahal," ujar Adit.

Diketahui, NIION merupakan produsen tas unik asal Bandung. Bagaimana tidak, setiap produk yang dikeluarkan memiliki proses kreatif yang memang berasal dari ide-ide yang 'nyeleh'. 

Misalnya pada artikel terbarunya bernama Sterling, yang diperuntukan kepada orang-orang bernyali besar dengan tampilannya yang berwarna perak mengkilat. Sebelumnya NIION mengusung See Through, tas tembus pandang yang dapat memperlihatkan karakter asli pemakainya,

Adit berharap, masyarakat dapat memberikan price pada sisi-sisi proses kreatif terciptanya sebuah produk. Oleh karenanya, kata Adit, sebagai seorang kreator tas, dirinya bertekad menjadi seorang activator. Selain menjadi kreator, dirinya pun akan aktif mengampanyekan proses kreatif tas yang diciptakannya sebagai selling point yang tak ternilai harganya.

"Sebuah brand itu bukan dinilai dari produknya, saya sendiri punya campaign menjadi activator. Selain menjadi kreator, kita harus aktif kampanyekan susah dan mahalnya bikin brand, proses itu susah dan tidak bisa dianggap sepele. Kita harus kasih tahu, agar orang-orang menghargai history dari sebuah proses kreatif," paparnya.

Alhasil, NIION sukses membidik pasar dunia setelah keikutsertaannya dalam agenda show di Las Vegas, Agustus 2019 lalu. Bahkan lewat Sterling, kini mampu naik kelas dengan menyasar kelas premium setelah sekian lama bergelut di segmen basic dan urban. 

Co Founder NIION, Rangga Yuzar menuturkan, Sterling merupakan kelanjutan artikel yang telah dirilis NIION. 

"Sterling ini lebih personal, kita kasih bahan material, cermin segala macam buat lebih merefleksikan siapa sih kita. Dari sisi desain, Sterling ini dibuat untuk orang-orang yang lebih berani lagi," ungkap .

Lebih spesifik Rangga menyebut, pemakai Sterling adalah orang-orang yang confidence dengan barang-barang yang dikenakannya. Sehingga, pengguna Sterling memiliki pricing point yang membuatnya menjadi seorang pribadi yang berkelas.

"Dia punya gaya tersendiri, confidence dengan barang yang dipakainya, dan punya pricing point," imbuhnya.

Rangga mengakui, terciptanya Sterling tak lepas dari kisah keikutsertaan NIION dalam agenda show di Las Vegas. Dia bercerita, saat berpameran, buyers di Negeri Paman Sam itu justru lebih tertarik dengan prototipe Sterling dibandingkan artikel NIION lain yang dipajangkan. 

Hal itulah yang membuat dia dan Founder NIION, Adit Yara semakin yakin untuk memproduksi Sterling yang proses kreatifnya memakan waktu hingga delapan bulan itu. Ketertarikan buyers dunia terhadap Sterling pun menambah kepercayaan NIION sebagai local brand untuk naik kelas menciptakan produk yang lebih berkelas itu.

Disinggung soal kualitas, Rangga menyebut, soal kualitas tas yang didominasi bahan polyester itu tak perlu diragukan karena material yang digunakan lebih baik lagi. Selain water resistance pada bahan hingga ziper-nya, wellding Sterling pun lebih rapih dan kuat.

"Karena segmen market-nya ke sana (berkelas), kita ingin kualitas naik lagi," imbuhnya. (Riantonurdiansyah) 

 

 

 


Editor : Bsafaat