Dua Begal di Kota Cimahi Todongkan Senjata Api dan Rampas Barang Warga yang Lagi Nongkrong
Sebuah video detik-detik aksi begal di Cimahi dengan menggunakan senjata api terekam kamera CCTV warga dan viral di media sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah video detik-detik aksi begal di Cimahi dengan menggunakan senjata api terekam kamera CCTV warga dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 42 detik tersebut, terlihat dua pelaku begal di Cimahi itu berboncengan menggunakan motor jenis matik. Usai menanyakan alamat kepada warga setempat, salah satu pelaku menodongkan senjata api kepada korban.
Melihat senjata api ditodongkan, tampak para warga spontan berlarian melarikan diri. Sementara warga yang bertahan di tempat menjadi korban aksi begal di Cimahi itu hanya bisa pasrah menyerahkan barang berharga miliknya usai dipaksa pelaku.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, peristiwa begal di Cimahi tersebut diketahui tejadi di Jalan Kebon Jeruk RT 01 RW 20, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Selasa 29 November 2022, sekitar pukul 23:30 WIB.
Ketua RT 01 RW 20, Kelurahan Cibeureum, Rusmiati membenarkan peristiwa pembegalan tersebut terjadi pada Selasa malam.
"Kalau saya tidak melihat secara langsung, tapi hanya dengar orang ribut-ribut dan orang berteriak," katanya kepada wartawan, Kamis 1 Desember 2022.
Ia mengaku, usai mendengar jeritan dirinya segera bergegas menuju lantai dua untuk memastikan sumber suara. Meski begitu, dirinya sudah tidak melihat siapapun di lokasi.
"Tak lama, polisi datang ke sini. Saya keluar rumah. Kebetulan rumah saya paling dekat dengan TKP. Saya baru tahu ternyata ada aksi begal," ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, lokasi depan rumahnya memang kerap dijadikan tempat nongkrong muda-mudi tiap malam. Namun kebanyakan merupakan warga luar daerah.
Ia pun memastikan, warga yang menjadi korban penodongan bukan warga RT 01.
"Saya gak tahu korbannya siapa. Tapi yang jelas bukan warga sini. Karena di sini sering dipakai warga nongkrong-nongkrong," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


