Dua Bulan, PMK Timbulkan Kerugian Peternak di KBB hingga Rp17 Miliar
Wabah PMK memberikan dampak kerugian peternak yang signifikan. Di KBB, penyakit hewan itu menimbulkan kerugian hingga Rp17 Miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Wabah PMK memberikan dampak kerugian peternak yang signifikan. Di KBB, penyakit yang masuk Mei 2022 itu menimbulkan kerugian hingga Rp17 Miliar.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB Wiwin Aprianti mengatakan, wabah PMK itu mengakibatkan kerugian peternak beserta dampak turunannya. Sejak masuk ke KBB pada 21 Mei 2022, total kerugian yang tercatat mencapai Rp17 Miliar.
Dia menuturkan, kerugian peternak KBB akibat adanya wabah PMK yang mencapai Rp17 Miliar itu dihitung bukan hanya dari sapi yang mati saja. Namun, faktor lain yang ada keterkaitan secara langsung pun dikalkulasi.
Baca Juga: Di Sidang Ade Yasin, Saksi Andri: Saya Dengar Samar-samar Soal Permintaan Uang Rp700 Juta
"Dampak PMK ini kan banyak. Misalnya ada peternak yang kehilangan penghasilan dari memerah susu, pedet yang mati, produksi susu sapi turun, biaya pengobatan, dan lain-lain. Itu semua jika dikalkulasikan dalam dua bulan mencapai Rp17 Miliar," kata Wiwin, Rabu 3 Agustus 2022.
Menuruntya, total hewan ternak yang sempat terpapar PMK di KBB ada sebanyak 13.801 ekor. Jumlah tersebut didominasi sapi perah, sementara untuk domba hanya ada 27 ekor dan sapi potong 896 ekor.
"Populasi sapi yang paling banyak terpapar ada di wilayah Lembang, Cisarua, dan Parongpong," sebutnya.
Baca Juga: Duh, Robert Alberts Merasa Persib Berat Hadapi Borneo FC Samarinda
Dia menambahkan, mengenai jumlah vaksinasi PMK hewan ternak di wilayahnya sudah mencapai 12.885 dosis hingga Juli 2022. Vaksinasi PMK bagi hewan ternak tersebut dilakukan sebanyak dua kali.
Sedangkan, untuk stok vaksinasi PMK hewan ternak saat ini ada 21.800 dosis setelah ada lagi tambahan droping dari provinsi.
"Jumlah itu masih cukup aman untuk memenuhi permintaan vaksin ke peternak," ujarnya.*** (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran

