Duel Maut di Atas Jembatan Parigi, Nyawa Pelajar Cianjur Ini Akhirnya Melayang
Satu lagi nyawa pelajar di Jawa Barat melayang. Ziad meninggal dunia setelah sebelumnya terlibat duel maut di atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur – Satu lagi nyawa pelajar di Jawa Barat melayang. Ziad meninggal dunia setelah sebelumnya terlibat duel maut di atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.
Duel dua pasangan pelajar Kabupaten Cianjur di atas Jembatan Parigi di Desa Sindangsari, Leles, viral di media sosial. Ziad meninggal setelah sempat terjatuh dari atas jembatan.
Kapolsek Agrabinta, AKP Nanda, Rabu 23 Juli 2025, membenarkan peristiwa itu. Dia menyebutkan tewasnya Ziad diawali duel dua lawan dua pelajar di atas Jembatan Parigi.
Kelompok pelajar itu berasal dari salah satu SMP dan MTs di Kabupaten Cianjur. Duel kubu kelompok pelajar sejatinya sama-sama beranggotakan lebih dari itu. Tapi, yang duel hanya empat orang.
“Dari SMP Leles ada tujuh orang lainnya siswa MTS. Sedangkan yang terlibat duel empat orang atau dua lawan dua,” kata AKP Nanda kepada wartawan.
“Saat duel dua orang siswa terjatuh dari atas jembatan ke sungai di bawahnya sehingga dibawa ke puskesmas setempat,” katanya.
Aksi duel dua kelompok pelajar itu, ungkap dia, dibubarkan warga yang mendengar suara keributan di atas jembatan.
Warga bahkan langsung membawa kedua siswa yang jatuh ke puskesmas setempat setelah melakukan evakuasi dari bawah jembatan.
Ziad, siswa yang meninggal dunia, sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan diperbolehkan pulang.
Namun kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (22/7) di RSUD Sindangbarang.
“Korban meninggal sempat menjalani penanganan medis di rumah sakit dan diperbolehkan pulang, namun kondisinya kembali menurun dan dibawa ke RSUD Sindangbarang. Selang beberapa jam nyawanya tidak tertolong,” katanya.
Dari video duel pelajar di atas jembatan di Kecamatan Leles yang beredar di media sosial, dua kelompok pelajar terdiri dari 14 orang mendorong dua orang dari masing-masing kelompok untuk adu hantam, hingga berguling-guling sedangkan teman mereka hanya menonton dan merekam dengan ponsel.
Tidak ada yang melerai ketika empat orang dari dua kelompok yang saling pukul hingga berguling-guling di atas aspal jembatan.
Bahkan ketika dua orang terjatuh dari atas jembatan, tidak ada dari mereka yang membantu. Namun diketahui keduanya dievakuasi dan dibawa warga ke puskesmas setempat. (*)
Editor : Zulfirman


