Duh, Dana Citarum Rp600 Miliar Belum Cair

Pemerintah Pusat serius merevitalisasi Sungai Citarum dengan menganggarkan sekitar Rp600 miliar yang akan dikucurkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun h

Duh, Dana Citarum Rp600 Miliar Belum Cair
INILAH, Bandung-Pemerintah Pusat serius merevitalisasi Sungai Citarum dengan menganggarkan sekitar Rp600 miliar yang akan dikucurkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun hingga saat ini dana tersebut tak kunjung turun.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat  Bambang Rianto mendorong pemerintah pusat agar dana pengelolaan Sungai Citarum tersebut segera cair. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan operasional.
 
"Belum cair, sedang berproses, kita juga kemarin menanyakan ke Kementrian PU. Terutama yang dana untuk TNI ya. Jadi kita lagi nunggu. Kita monitor terus," ujar Bambang, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/2/2019).
 
Disampaikan, sedikitnya Rp300 miliar untuk TNi dari anggaran sekitar Rp600 milar dari pusat tersebut. Di mana seluruh dana tersebut diproyeksikan untuk sejumlah proyek revitalisasi Citarum.
 
"Untuk yang lainnya ada perbaikan dan pembelian alat berat, ada untuk alat pemusnah sampah dan lain-lain," katanya.
 
Pemprov Jabar sendiri sedang menunggu hasil koordinasi antara Kementeriaan PUPR DAN Kementerian Keuangan. Dia berharap, secepatnya anggaran tersebut dapat turun sehingga penataan Sungai Citarum bisa segera digenjot. 
 
"Ini cuma masalah teknis saja. Makanya sekarang agak kesulitan. Ini kita push terus, kita tanya ke Kementerian PU untuk mempercepat," katanya.
 
Lebih lanjut, pihaknya bakal menggelar Citarum Expo di Gedung Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Pekan depan. Acara tersebut, kata Bambang, sebagai upaya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka ruang komunikasi dengan semua stakeholder agar turut berpartisipasi dalam penanganan Citarum. 
 
"Nanti dibuka forum komunikasi di sana, jadi selain ada pameran perlombaan juga ada FGD. Kita buka untuk selurug stakeholder untuk memyumbangkan saran dan gagasan dan juga mungkin keinginan partisipasi," pungkasnya.


Editor : inilahkoran