Duh, Duet Imron-Ayu untuk Pilkada Cirebon Ditolak HMI Gara-gara Rekam Jejak
Dengan tegas, Inggil Abdul Kahfi sang Ketum HMI menolak nama Imron dan Wahyu sebagai pasangan yang bakal bertarung di Pilkada Cirebon mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ketum HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kabupaten dan Kota Cirebon Inggil Abdul Kahfi memberikan pernyataan mengejutkan soal kemungkinan duet Imron-Wahyu Tpiptaningsih (Ayu) pada kontestasi Pilkada Cirebon.
Dengan tegas, Inggil Abdul Kahfi menolak nama Imron dan Wahyu sebagai pasangan yang bakal bertarung di Pilkada Cirebon mendatang.
Andai terealisasi maju di Pilkada Cirebon mendatang, duet Imron-Ayu merupakan pasangan kuat lantaran sama-sama pernah menjabat Bupati Cirebon.
"Ini pernyataan saya pribadi. Kenapa saya menolak, karena pasangan Imron-Ayu saat menjadi bupati dan wakil bupati kemarin, sudah gagal membangun Kabupaten Cirebon. Kan kami juga yang demo kinerja mereka saat jadi bupati, walaupun mereka tidak berani menemui kami," ungkap Inggil, Rabu 3 Juli 2024.
Dirinya menjelaskan, banyak sekali PR pasangan Imron-Ayu saat itu yang tidak terselesaikan. Salah satunya yang paling mencolok adalah kondisi jalan jalan Kabupaten Cirebon yang rusak parah.
Belum lagi persoalan kemiskinan dan pengangguran serta persoalan sosial lainnya. Imbasnya, selama ini pelayanan publik saat mereka menjadi bupati dan wakil bupati, dinilai gagal.
"Masyarakat Kabupaten Cirebon itu tidak banyak menuntut. Persoalan jalan saja diselesaikan, mungkin akan lain ceritanya. Tapi kan, jalan di Kabupaten Cirebon banyak yang rusak parah. Jadi apa yang bisa dibanggakan hasil peninggalan Imron-Ayu," jelasnya.
Di sisi lain, dirinya meminta parpol-parpol yang mengusung Imron dan Ayu, untuk lebih jeli lagi melihat hasil kinerja mereka selama ini.
Kalau tiba-tiba mereka masing-masing mendapat rekomendasi, lalu salah satunya terpilih menjadi bupati, persoalan Kabupaten Cirebon tidak akan selesai. Artinya, sama saja dengan mengulang kepemimpinan masa lalu.
"Saya pribadi berharap, parpol yang mengusung mereka tidak memberikan rekomendasi. Kalau salah satunya jadi bupati, mau dbawa kemana Kabupaten Cirebon ke depannya. Toh selama ini kan mereka tidak bisa membuktikan bahwa pasangan ini bisa kerja," akunya.
Inggil menambahkan, dalam waktu dekat HMI Cirebon akan membuat pernyataan sikap, tentang kriteria apa saja yang cocok memimpin Kabupaten Cirebon nantinya.
Karena, dengan leader ship yang punya skill serta pemikiran cerdas maka Kabupaten Cirebon bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya, minimal di level Jawa Barat.
"Potensi Kabupaten Cirebon itu sangat luar biasa. Disini semuanya ada. Kalau leader shipnya tidak paham semua persoalan, kapan bisa mengambil keputusan terbaik. Buktinya, kondisi Kabupaten Cirebon tertinggal dengan daerah lainn yang ada di Jabar," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Bsafaat
