Didemo HMI Cirebon Soal Sampah, DLH Sebut Butuh Anggaran Puluhan Miliar Rupiah

Masalah anggaran jadi sumber utama permasalah sampah di Kabupaten Cirebon belum lagi alat berat yang sudah rentan rusak

Didemo HMI Cirebon Soal Sampah, DLH Sebut Butuh Anggaran Puluhan Miliar Rupiah
DLH Cirebon memastikan penanganan sampah bukan hal sederahana. Kekurangan sarana prasarana serta anggaran jadi kendala.

INILAHKORAN.ID  - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon (DLH) menyatakan kritik yang disampaikan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam aksi demonstrasi hari Rabu kemarin, sebagai bagian dari kontrol sosial.
Namun, DLH menekankan, persoalan penanganan sampah di Kabupaten Cirebon bukan perkara sederhana. Persoalannya karena terbentur keterbatasan sarana dan anggaran.

Sekretaris Dinas DLH Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono, mengatakan pihaknya menerima masukan dari kalangan mahasiswa dan berkomitmen meningkatkan pelayanan. Namun, dia memaparkan beban kerja pengelolaan sampah saat ini mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

“Penanganan sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Potensi timbunan sampah kita 1.200 ton per hari,” ujarnya Kamis 26 Februari 2026.

Menurut Fitroh, jumlah tersebut tidak sebanding dengan armada yang tersedia. Saat ini DLH hanya memiliki 65 truk pengangkut sampah, sementara kebutuhan ideal mencapai 120 unit untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan. Artinya, masih terdapat kekurangan 55 armada.

Dia menerangkan, harga satu unit truk pengangkut sampah berkisar Rp700 juta. Dengan kebutuhan tambahan 55 unit, total anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp38,5 miliar.

“Anggarannya cukup besar. Kalau dibiayai dari APBD tidak akan mungkin karena kan sedang melakukan efesiensi," ungkapnya.

Dia melanjutkan, kekurangan juga terjadi pada sarana kontainer sampah. Dari kebutuhan ideal 600 unit, DLH baru memiliki sekitar 450 kontainer. Jadi, masih kurang 150 unit dengan harga satu kontainer sekitar Rp55 juta. Jadi kebutuhan anggaran tambahan diperkirakan mencapai Rp8,25 miliar.

Selain itu aku Fitroh, kondisi alat berat di tempat pemrosesan akhir (TPA) dinilai memprihatinkan. DLH masih mengandalkan beko lama yang kerap mengalami gangguan operasional. Untuk pengadaan empat unit beko baru, dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar.

Fitroh menyebutkan, jika seluruh kebutuhan sarana dan prasarana dasar tersebut dikalkulasikan, total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp50 miliar. Angka tersebut belum termasuk biaya operasional tahunan yang diperkirakan menyentuh Rp60 miliar per tahun.

“Untuk memenuhi sarana dan prasarana dasar saja sekitar Rp50 miliar. Itu pun belum termasuk operasional tahunan yang mencapai Rp60 miliar,” tuturnya.

DLH berharap adanya dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah pusat dan partisipasi masyarakat, guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon. (maman suharman)  

Caption : Sarpras DLH Kabupaten Cirebon untuk penanggulangan sampah masih sangat kurang. Diperlukan anggaran puluhan miliar untuk penambahan Sarpras


Editor : Ahmad Sayuti