Duh, Guru Aniaya Murid Saat Perayaan Hari Kartini

Seorang guru di daerah Balongsari Surabaya, Jawa Timur terluka setelah mengalami tindak kekerasan dari muridnya sendiri.

Duh, Guru Aniaya Murid Saat Perayaan Hari Kartini
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Surabaya- Seorang guru di daerah Balongsari Surabaya, Jawa Timur terluka setelah mengalami tindak kekerasan dari muridnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi pada perayaan Hari Kartini di sekolah tersebut, belum lama ini. Awalnya, siswa yang bersangkutan tidak mematuhi peraturan sekolah untuk memakai pakaian bertema Kartini.

Bocah tersebut justru mengenakan pakaian berbeda, bahkan menggunakan aksesoris rantai. "Dandannya beda. Kemudian oleh guru diingatkan. Dia memakai gaya rantai. Selanjutnya, rantainya disimpan (disita)," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan, saat dimintai keterangan terkait kasus tersebut, Rabu (25/4/2019).

Aksesoris itu kemudian disita dan siswa yang bersangkutan mendapat teguran dari guru. Nah, saat itulah terjadi aksi yang tidak patut ditiru tersebut. Bocah SD itu menendang tangan gurunya hingga patah tulang. "Dia minta properti (rantai) dikembalikan," jelas Ikhsan.

Seiring laju waktu, peristiwa ini telah diakhiri dengan damai, siswa dan guru yang terluka itu telah berbaikan. Orang tua wali pun datang untuk meminta maaf. Ikhsan mengatakan bahwa saat ini telah didatangkan psikolog untuk melakukan pembinaan.

"Harapannya, siswa tersebut sadar dan tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari. Jadi memang pihak keluarga ke sekolah melakukan ketemu sendiri dan silaturahim. Menyelesaikan itu," pungkas Ikhsan. (Beritajatim).


Editor : Bsafaat