Duh, Layanan Buang Sampah di TPAS Sarimukti Kembali Tersendat

Pelayanan TPAS Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali tersendat akibat akses jalan yang licin, sehingga menimbulkan antrean panjang truk pengangkut sampah.

Duh, Layanan Buang Sampah di TPAS Sarimukti Kembali Tersendat
Dari akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, pada Minggu 30 April 2023, jalan yang licin menyebabkan truk angkutan sampah kesulitan bermanuver. Tentunya ini berdampak dengan sirkulasi distribusi pembuangan sampah se-Bandung Raya ke TPAS Sarimukti. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Pelayanan TPAS Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali tersendat akibat akses jalan yang licin, sehingga menimbulkan antrean panjang truk pengangkut sampah.

Dari akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, pada Minggu 30 April 2023, jalan yang licin menyebabkan truk angkutan sampah kesulitan bermanuver. Tentunya ini berdampak dengan sirkulasi distribusi pembuangan sampah se-Bandung Raya ke TPAS Sarimukti.

"Info TPAS Sarimukti 30 April 2023: Kondisi saat ini TPA Sarimukti antrian panjang, jalan akses ke manuver cukup licin sedikit menghambat laju kendaraan, lokasi pelayanan di zona 3, alat berat yang beroperasi 4, di pelayanan 2 unit excavator PC 210, sedangkan PC 70 patroli di sepanjang jalan zona 3 dan unit yang satunya mengupas gunungan sampah di zona 4," tulis admin @dlh_jabar.

Masalah yang dialami TPAS Sarimukti bukan kali pertama terjadi di tahun ini. Sebelumnya alur pembuangan sampah sempat terkendala pada medio Januari lalu, akibat jalan penghubung amblas yang akhirnya menyebabkan penumpukan sampah di kawasan Bandung Raya. 

Selama sepekan sampah menggunung akibat kejadian tersebut, sampai akhirnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil turun tangan guna menindaklanjuti persoalan ini, dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Iya, ini kan selalu ada dinamika di banyak tempat. Tentunya kita selesaikan di level antar wilayah, nanti diberesin sama DLH-nya," kata Emil kala itu.*** (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani