Duh..Disdik Kota Cimahi Sebut Ada Puluhan Ribu Anak Putus Sekolah

masih tingginya angka anak putus sekolah di Kota Cimahi jadi PR Disdik dan harus segera diselesaikan

Duh..Disdik Kota Cimahi Sebut Ada Puluhan Ribu Anak Putus Sekolah
Ilustrasi sekolah di Kota Cimahi

INILAHKORAN, Cimahi - Meningkatnya angka anak putus sekolah di Kota Cimahi menjadi pekerjaan rumah 'PR' yang harus segera dientaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdik Kota Cimahi, dari total  46.987  siswa SD yang tercatat, ada 174 siswa kelas 1-5 yang tidak naik kelas. Kemudian ada 7 orang siswa yang putus sekolah dan 3 orang kelas 6 tidak lulus.

Sementara, untuk jenjang SMP kelas 7 dan 8 yang totalnya mencapai  13,822  siswa, tercatat ada 38 anak yang tidak naik kelas. Sementara siswa kelas 9 yang tidak lulus tahun ini ada 2 anak dari total 6.731 siswa.

Baca Juga: Bikin Perih, Pedagang Pasar di Cimahi Ungkap Alasan Naiknya Harga Bawang Merah

Menanggapi hal itu, Kadisdik Kota Cimahi, Harjono mengatakan, pihaknya bakal mendorong siswa memutuskan putus sekolah agar masuk ke Pelatihan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Kami mencoba mendorong yang masih ada agar ke PKBM untuk anak yang putus sekolah," katanya.

Ia menjelaskan, ada tahun ajaran 2021/2022 sendiri terdapat siswa SD dan SMP di Kota Cimahi yang putus sekolah.

"Selain itu ada juga yang tidak lulus dan tidak naik kelas," jelasnya.

Baca Juga: Gawat, Banyak Siswa Stres hingga Putus Sekolah Selama PJJ Daring

Menurutnya, ada berbagai penyebab yang membuat ratusan siswa tidak naik kelas, tidak lulus hingga putus sekolah.

"Ada yang tidak ikut ujian, tidak ikut ulangan. Bahkan ada yang sampai tidak ikut PTM sama sekali," tuturnya.

Menghadapi persoalan tersebut, lanjut dia, para guru di sekolah sudah berupaya melakukan pemanggilan hingga melakukan kunjungan langsung ke rumah para siswa yang mengalami kesulitan saat datang hingga tidak ikut ujian tersebut.

"Hasilnya, ada siswa yang memang sudah malas sekolah dan memilih bekerja hingga siswa yang bersangkutan tidak tinggal di alamat yang tercantum," ujarnya.

Ia menyebut, hampir semua yang tidak naik kelas, putus sekolah hingga tidak lulus tidak mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Baca Juga: Awas, Remaja Kurang Gizi Berisiko Putus Sekolah

"Jadi ada dua fenomena, yaitu sudah malas sekolah dan menang pas kita cek siswa yang bersangkutan sudah tidak ada di rumah," sebutnya.

Khusus untuk siswa yang tidak naik kelas, kata dia, nanti bakal dilihat hingga masa daftar ulang dan masuk sekolah.

Kendati demikian, dirinya memprediksi ratusan siswa SD dan SMP yang tidak naik kelas itu kebanyakan tidak melanjutkan sekolah.

"Fenomena tersebut sepertinya tidak tampak karena dicari tidak ada, yang ada malas sekolah," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran