Dulu jadi Acara Favorit, Mengapa Sekarang Banyak Penonton Mengkritik Variety Show Na PD??

Saat ini banyak penonton yang mengkritik acara variety show Na PD karena keterlibatan tim produksi yang memgganggu.

Dulu jadi Acara Favorit, Mengapa Sekarang Banyak Penonton Mengkritik Variety Show Na PD??
Variety show Na PD.

INILAHKORAN, Bandung - Na PD dikenal karena selalu menyuguhkan program acara yang segar dan lucu hingga mendapat pujian dari penonton, namun kini justru sebaliknya.

acara-acara variety show yang dibuat oleh produser ternama Na Young Seok atau yang lebih dikenal dengan Na PD, dan apa yang disebut "kru Na Young Seok" semakin banyak menuai kritik karena keterlibatan produksi yang berlebihan.

Apa yang dulunya merupakan penampilan produser yang jarang dan ringan, kini telah berkembang menjadi kehadiran yang konstan dan mengganggu sedemikian rupa.

Sehingga kini banyak penonton mempertanyakan mengapa mereka sekarang harus mentolerir tidak hanya para pemain, tetapi juga tim produksi di layar.

Pergeseran ini paling jelas terlihat dalam serial Netflix 'Three Meals in Kenya' dan serial tvN 'Green Bean, Red Bean'. 

Dalam kedua serial tersebut, Na Young Seok dan staf produksi tidak lagi membatasi diri untuk mengarahkan dari balik kamera. 

Sebaliknya, mereka muncul bersama para pemeran, terlibat dalam percakapan, bereaksi secara nyata, dan membentuk alur adegan di layar. 

Suara, komentar, dan tawa mereka seringkali mengalahkan reaksi para pemeran, memecah ritme alami serial tersebut dan mengurangi keterlibatan penonton.

Kemunculan produser sebagai kameo bukanlah hal baru di dunia Na Young Seok. Mereka jarang digunakan dalam variety show hits sebelumnya seperti '1 Night 2 Days', 'Three Meals a Day', dan 'New Journey to the West'.

Saat itu, staf produksi hanya muncul ketika dibutuhkan, seringkali menambahkan pesona atau ritme komedi tanpa mengalahkan para pemeran.

Namun, kini situasinya telah berubah. Kehadiran produser tidak lagi sesekali tetapi konstan, dan frekuensinya meningkat tajam. 

penonton sekarang dituntut untuk tidak hanya menikmati alur cerita para pemeran, tetapi juga reaksi dan persona di layar dari seluruh tim produksi

Akibatnya, ketidaknyamanan dan frustrasi semakin meningkat di kalangan penonton yang hanya ingin menikmati variety show, bukan komentar meta yang melibatkan staf.

tim produksi sepenuhnya menyadari kelelahan penonton ini. Kim Ye Seul, PD dari 'Three Meals in Kenya', mengakui dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa dia telah melihat kritik tersebut. 

Meskipun demikian, dia membela kehadiran staf yang banyak sebagai sesuatu yang disengaja: “hubungan antara Na Young Seok dan para pemain adalah bagian penting dari acara ini. Setelah enam tahun, dinamika mereka terasa penting dalam menjaga kekompakan kelompok.”

Penjelasan ini menegaskan apa yang dicurigai penonton: tim produksi sengaja memprioritaskan kehadiran mereka sendiri daripada menjaga imersi. 

Jika pilihan kreatif tersebut secara sadar memecah belah penonton, reaksi negatif yang dihasilkan menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan

Kekhawatiran juga meningkat menjelang penayangan 'Lee Seo Jin's Dalla Dalla' di Netflix, yang dilaporkan menyerupai format 'Lee Seo Jin's New York New York' dari 'Friday Joy Package' milik tvN. 

Saat itu, Na Young Seok dan Lee Seo Jin tampil berdampingan sepanjang program, bersama-sama menjadi narator dan pemeran utama dalam adegan-adegan. 

Para pengamat memperkirakan dinamika yang sama akan terjadi, yang berarti lebih banyak waktu tayang untuk produser.

tim Na Young Seok secara efektif memposisikan diri sebagai pemeran pendukung dalam acara yang seharusnya berfokus pada para pemainnya.

Pergeseran ini memaksa penonton untuk menoleransi kehadiran tim produksi hanya untuk menikmati program tersebut. 

Apa yang dulunya berfungsi sebagai sentuhan komedi yang menyegarkan kini telah menjadi penghalang hiburan, sebuah kesalahan perhitungan yang ironis namun kritis.***


Editor : Irma Nurfajri