Peringati Serangan Teroris 11 September, Presiden Joe Biden Kunjungai Tiga Lokasi

Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengunjungi tiga lokasi serangan teroris 11 September yang merenggut hampir 3.000 korban jiwa.

Peringati Serangan Teroris 11 September, Presiden Joe Biden Kunjungai Tiga Lokasi
Tampak Robert Peraza, ayah dari Robert David Peraza, berdoa di atas pahatan nama anaknya di Kolam Utara Monumen 9/11 WTC di New York City, Amerika Serikat, Minggu, 11 September 2011, saat peringatan 10 tahun aksi serangan terorisme.

INILAHKORAN, Washington - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengunjungi tiga lokasi serangan 11 September 2001 untuk memberi penghormatan kepada hampir 3.000 korban tewas, seperti yang disampaikan Gedung Putih.

Kunjungan Presiden Joe Biden itu sekaligus memperingati 20 tahun serangan teroris paling mematikan di negara tersebut.

Pada Sabtu tanggal 11 September 2021, Presiden Joe Biden beserta Ibu Negara Jill Biden akan berkunjung ke New York City, kota tempat dua pesawat penumpang menghancurkan Menara Kembar World Trade Center dan menewaskan 2.753 orang.

Baca Juga: Joe Biden Tak Berniat Temui Kim Jong Un

Presiden juga akan mengunjungi Pentagon di Arlington, Virginia, yang bagian gedungnya dihantam pesawat ketiga, serta ke Shanksville di Pennsylvania --tempat pesawat keempat diyakini dipaksa dibuat jatuh oleh beberapa penumpang karena hendak menargetkan Capitol atau Gedung Putih.

Wakil Presiden Kamala Harris beserta suami Douglas Emhoff akan mendatangi Shanksville untuk acara terpisah, dan kemudian akan menyusul Biden di Pentagon, kata Gedung Putih.

Biden pada Jumat (3/9) memerintahkan Departemen Kehakiman meninjau dokumen penyelidikan FBI dalam serangan tersebut untuk diungkap dan dirilis kepada publik.

Baca Juga: Pengamat: Hubungan AS-China Tetap Memanas di Era Joe Biden

Perintah itu mengharuskan Jaksa Agung AS Merrick Garland menerbitkan dokumen rahasia selama enam bulan ke depan sambil mengawasi "peninjauan deklasifikasi terhadap dokumen" terkait penyelidikan FBI.

Para anggota keluarga korban serangan 11 September pada Kamis (2/9) meminta lembaga pengawas pemerintah AS untuk menyelidiki kecurigaan mereka bahwa FBI telah berbohong atau menghancurkan bukti yang mengaitkan Arab Saudi dengan para pembajak pesawat.

Arab Saudi mengeklaim bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan pembajakan pesawat tersebut.

Baca Juga: Momen Pelantikan Presiden AS Joe Biden

Pada Agustus, banyak keluarga meminta Biden supaya tidak menggelar acara peringatan 20 tahun serangan September kecuali jika Presiden mengungkap dokumen yang mereka anggap akan membuktikan bahwa para pemimpin Arab Saudi membantu serangan tersebut terjadi. (antara).***


Editor : inilahkoran