Edukasi Komunitas Forex NFC untuk Pemula

Komunitas Forex Nusantara Fx Community atau sering dikenal Komunitas Forex NFC tengah merayakan perjalanannya selama 3 Tahun. Bertepatan pada tanggal 14 Agustus kemarin Komunitas NFC diwakili CEO nya Fadlillah Ahmad, atau biasa dipanggil Fadli bersama professional Forex trader Dwiyan Anggara mewakili broker HFX, juga bekerjasama dengan tim ruang trader mengadakan seminar online gratis melalui media webinarjam. 

Edukasi Komunitas Forex NFC untuk Pemula
istimewa

komunitas Forex Nusantara Fx Community atau sering dikenal komunitas Forex nfc tengah merayakan perjalanannya selama 3 Tahun. Bertepatan pada tanggal 14 Agustus kemarin komunitas nfc diwakili CEO nya Fadlillah Ahmad, atau biasa dipanggil Fadli bersama professional Forex trader Dwiyan Anggara mewakili broker HFX, juga bekerjasama dengan tim ruang trader mengadakan seminar online gratis melalui media webinarjam. 

Dengan adanya peraturan pemerintah untuk tetap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tidak menyurutkan semangat untuk perayaan ulang tahun nfc yang ke-tiga ini, dan antusias trader yang hadir pun mencapai 1000 trader lebih menghadiri event ini, karena ternyata sangat banyak Informasi yang sangat membantu para trader Forex Nusantara ke depan.

Pada acara special di event live webinar nfc ini juga diumumkannya kerjasama resmi dengan sebuah trading room bernama ruang trader, sekaligus menggandeng broker lokal HFX Internasional berjangka sebagai partner resmi komunitas Forex nfc. Secara otomatis, 68.000 trader di komunitas Forex nfc menjadi bagian dari keluarga besar Broker HFX juga.

“Kalau kita mau serius mengambil bagian besar, dalam perubahan industri forex menjadi lebih baik, kita nggak bisa sekedar ngomong sana-sini ayo berubah, bekerjasama dengan HFX membuat nfc juga bertanggung jawab terhadap kesuksesan para trader Nusantara,” tutur Fadhillah Ahmad.

Nusantara Fx Community sendiri dikenal ingin mengubah iklim industri bisnis Forex terutama tanggapan miring tentang seorang trader melaui hashtag #NusantaraTeredukasi. Maka nfc membangun Grup Diskusi Forex yang disebut nfc Public Lounge, yang tentunya untuk semua trader secara Gratis. Kini sudah ada 17.000 lebih Member di platform Tribelio tersebut yang berdiskusi secara aktif, nfc pun selama 3 tahun ini sudah meluncurkan beberapa course online mulai dari kelas dasar yaitu Forex Business Class dan Forex First Class. 

Bagi yang ingin lebih terstruktur pembelajarannya bisa ikuti program nfc VIP, di sana ada mentoring online 2x setiap 1 minggu dan juga group diskusi mendalam seputar Forex, seperti ada signal yang di bagikan lebih dari 3 Trading Plan perhari, untuk dipelajari oleh member, mengapa mengambil area di sana hingga apakah plan ini bekerja atau tidak.

Tidak hanya itu, untuk materi Advance, nfc bekerjasama dengan trader professional Dwiyan Anggara untuk program survival to mastery, yang kini sudah memiliki 800 lebih alumni yang sukses dalam bisnis forex ini. Dan ada juga private mentoring yang di mana secara intensive mengedukasi secara personal, sangat privat, dan intensif menangani masalah para trader yang kini sudah berjalan 2 Angkatan.

HFX internasional Berjangka adalah broker lokal yang legal terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau sering dikenal BAPPEBTI. Ini berita menggembirakan karena dengan menjadi CMO Dwiyan Anggara ingin perbaiki industri forex di Indonesia yang dianggap buruk dalam pandangan masyarakat, salah satunya pandangan terhadap Broker lokal. 

Karena banyak pemberitaan broker lokal itu tidak ramah pada trader, seperti komisi besar, minimum deposit yang besar, kemudian dirasa lebih baik memilih broker luar. Ada juga yang menyebutkan broker lokal itu bandar dan lain hal. Beliau sendiri menambahkan itu adalah oknum broker juga marketing broker yang kurang edukasi, karena tentunya banyak Juga broker lokal yang bagus di Indonesia.

Untuk itu Dwiyan Anggara berkomitmen membuat HFX membawa perubahan menuju persepsi masyarakat yang lebih baik terhadap broker lokal, juga membuat HFX salah satu broker terbesar di Indonesia.


Editor : JakaPermana