Ribuan Orang Beragam Komunitas di Pangalengan Terlibat dalam Aksi Penanaman Kembali di Lahan PTPN

Ribuan orang warga Kecamatan Pangalengan yang tergabung dalam berbagai komunitas serta sekolah melakukan penanaman pohon teh bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di perkebunan teh PTPN I Regional 2 blok Pahlawan afdeling Kertamanah yang dirusak orang-orang tak bertanggungjawab beberapa waktu lalu. 

Ribuan Orang Beragam Komunitas di Pangalengan Terlibat dalam Aksi Penanaman Kembali di Lahan PTPN
Masyarakat yang datang dengan beragam latar belakang seperti pelajar, atlet, pegiat lingkungan, petani, ibu rumah tangga, TNI/Polri, ASN dan lainnya ini nampak antusias mengikuti penanaman kembali tanaman teh diatas lahan seluas kurang lebih 140 hektare yang sebelumnya dirusak sekelompok orang tak bertanggungjawab. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Ribuan orang warga Kecamatan Pangalengan yang tergabung dalam berbagai komunitas serta sekolah melakukan penanaman pohon teh bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di perkebunan teh PTPN I Regional 2 blok Pahlawan afdeling Kertamanah yang dirusak orang-orang tak bertanggungjawab beberapa waktu lalu. 

Masyarakat yang datang dengan beragam latar belakang seperti pelajar, atlet, pegiat lingkungan, petani, ibu rumah tangga, TNI/Polri, ASN dan lainnya ini nampak antusias mengikuti penanaman kembali tanaman teh diatas lahan seluas kurang lebih 140 hektare yang sebelumnya dirusak sekelompok orang tak bertanggungjawab. 

Meski harus menyusuri jalanan berbatu dan lumayan licin, mereka nampak bersemangat menuju lokasi penanaman yang berjarak sekitar 5 kilometer dari jalan utama Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan. Setiba di lokasi, dikomandoi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mereka serempak menanam pohon teh yang sebelumnya telah disiapkan. Ada raut bahagia dan harapan diwajah mereka.

"Kami senang bisa menanam kembali pohon teh yang sempat ditebang,” kata Tesa Sanjani dari perwakilan komunitas Atlet Lari Pangalengan, di lokasi penanaman, Selasa 16 Desember 2025.

Tesa menyesalkan aksi perusakan ribuan pohon teh yang telah berusia ratusan tahun itu oleh orang-orang tak bertanggungjawab. Kata dia, aksi penyerobotan lahan negara ini tidak bisa dibenarkan. Karena aksi ini telah menyebabkan hilangnya daerah tangkapan atau resapan air. Dimana akibatnya, saat hujan turun bencana banjir bandan menimpa beberapa kampung di Desa Pangalengan.

"Aksi penjarahan lahan negara itu tidak bisa dibenarkan. Kami sebagai generasi muda merasa prihatin melihat kondisi perkebunan teh yang semula hijau dan sejuk, tempat kami berolahraga dan bermain kini berubah menjadi gersang dan menjadi penyebab bencana banjir," ujarnya.

Aksi masa penamaman kembali tanaman teh di tempat tersebut,lanjut Tesa, meski tidak akan langsung terlihat hasilnya dalam waktu dekat. Namun paling tidak menjadi aksi kesadaran ia dan kawan-kawan generasi muda Pangalengan dalam upaya merawat dan menjaga lingkungan tempat mereka tinggal agar tetap asri, aman dan nyaman untuk dihuni.

"Aksi penanaman pohon ini mungkin akan lama kelihatan hasilnya. Tapi paling tidak ini sebagai bentuk perlawanan kami terhadap upaya-upaya perusakan lingkungan tempat kami lahir dan dibesarkan," katanya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah memulai pemulihan kawasan hulu secara bertahap. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap keseimbangan ekologi dan ekonomi dapat terjaga. Pemulihan hutan dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi Bandung Raya.

Dari unsur pegiat lingkungan, Eyang Memet menekankan pentingnya hutan koloni. Menurutnya, hutan koloni menjaga keseimbangan ekosistem.

“Hama tidak akan berkembang kalau hutan koloninya ada,” ujarnya.

Selain itu, Eyang Memet juga menyoroti pentingnya tanaman lokal khas Sunda. Pemilihan jenis tanaman harus menyesuaikan fungsi kawasan.

“Di mata air dan sempadan sungai ada tanaman khusus. Itu juga semestinya ditanam kembali dan yang sudah ada dirawat serta dijaga dengan baik," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani