Perusahaan Rintisan eFishery Bidik Pesisir Selatan Jabar

Pesisir selatan Jabar diakui memiliki kantong pembudidaya ikan dan udang. Namun, potensi relatif besar itu masih dijalankan konvensional.

Perusahaan Rintisan eFishery Bidik Pesisir Selatan Jabar
Suasana kantor perusahaan rintisan eFishery di Bandung, Rabu 13 Oktober 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Pesisir selatan Jabar diakui memiliki kantong pembudidaya ikan dan udang. Selama ini, potensi yang relatif besar tersebut masih menjalankan roda bisnisnya secara konvensional. Dengan kata lain, peternakan ikan dan udang di sana relatif belum tersentuh teknologi canggih.

Untuk itu, eFishery merasa tertantang melebarkan sayap bisnis teknologi aplikasi ke arah sana. Co-founder dan Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya mengatakn, dalam waktu satu dua tahun ke depan pihaknya akan bergerak ke pesisir selatan Jabar.

“Selama delapan tahun berdiri, teknologi kita sudah dimanfaatkan di pesisir utara Jabar. Petani ikan dan udang di Indramayu, Cirebon, Subang, dan Bogor selama ini sudah banyak yang menggunakan teknologi yang kita buat. Ke depan, rencananya kita ingin masuk ke pesisir selatan Jabar,” kata Chrisna di Bandung, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Luncurkan Rintisan Usaha Petani Milenial Bidang Perkebunan

Menurutnya, di wilayah pesisir utara Jabar itu sekitar 5.000an petani memanfaatkan teknologi pemberian pangan yang dilakukan secara konsisten. Jumlah itu diakuinya masih relatif jauh dari total pembudidaya ikan dan udang di Jabar yang terhitung sekitar 81 ribuan orang.

Dia menyebutkan, sejauh ini komoditas yang digarap antara lain ikan nila, lele, mas, dan udang. Di sejumlah daerah, eFishery pun mampu mendirikan kampung perikanan digital yang tersebar di Indramayu, Bogor, dan Cirebon.

Secara umum, Chrisna menuturkan perusahaan rintisannya memiliiki tiga model bisnis utama. Yakni, teknologi pemberian pakan ikan atau eFishery feeder, koperasi digital eFisheryKu, dan eFishery fresh. Khusus eFisheryKu, dia menjelaskan aplikasi koperasi perikanan digital itu dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas budidaya ikan.

Baca Juga: Satu Rintisan Unicorn Bakal Ramaikan Pasar Modal Indonesia

Aplikasi itu selayaknya koperasi yang menyediakan berbagai kebutuhan para pembudidaya ikan. Mulai dari pembelian pakan, penjualan ikan, informasi seputar harga pasar, serta pengajuan permodalan. Hingga saat ini, aplikasi eFisheryKu tersebut sudah diunduh ribuan pembudidaya ikan di Indonesia.

Untuk eFishery feeder, dia mengaku penggunaanya bisa mewujudkan efisiensi dan mengefekifkan pemberikan pakan hingga 30%. Hal itu penting karena dalam budidaya ikan itu 80% dihabiskan untuk urusan pakan. Alat yang terhubung dengan smartphone itu pun bisa meningkatkan produktivitas hingga 26%. Ujungnya, pendapatan setiap pembudidaya pun bisa terkatrol hingga 45%.

Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Potensi Kelautan dan Perikanan Dimaksimalkan

“Bisnis yang kita jalankan ini, share-nya masih belum menyentuh 1%. Sebab, potensi yang ada untuk akuakultur ini sekitar 3 jutaan petani,” sebutnya.***(dnr)


Editor : inilahkoran