Apindo Jabar Bujuk Rayu Investor Tumbuhkan Kawasan Segitiga Rebana

Apindo Jabar terus menawarkan kawasan industri di sebelah timur Jabar. Inisiasi menghadirkan investor itu untuk pemulihan ekonomi.

Apindo Jabar Bujuk Rayu Investor Tumbuhkan Kawasan Segitiga Rebana
Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik (kanan) memfasilitasi calon investor bertemu dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kedua dari kanan), belum lama ini.

INILAHKORAN, Bandung - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar terus menawarkan kawasan industri di sebelah timur Jabar. Inisiasi tersebut merupakan komitmen untuk menghadirkan investor untuk pemulihan ekonomi.

Keberadaan investasi itu pun tak lepas dari komitmen Apindo Jabar untuk mengurangi tingkat pengangguran. Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengatakan, belum lama ini pihaknya melakukan presentasi bisnis di hadapan calon investor asing potensial.

Ning Wahyu Astutik menyebutkan, calon investor yang digaet itu salah satunya industri alas kaki. Calon investor yang hadir di antaranya Vice President untuk Strategic Sourcing dan Quality New Balance (NB) Athletic Shoe Duncan Scott, Country Manager NB di Indonesia Elmore Simorangkir, dan General Manager dari perusahaan Metropearl Indonesia Anto Tsai, serta beberapa tim technical development NB.

Baca Juga: Cirebon Dibidik Investor

Presiden direktur sebuah perusahaan yang memproduksi sepatu brand ternama di dunia itu mengetahui persis apa yang menjadi keinginan dan kekhawatiran para investor. Untuk itu, Ning Wahyu Astutik menyebutkan dalam presentasi bisnisnya menyoroti sejumlah poin penting.

“Poin pertama yang kita presentasikan yakni ketersediaan jumlah angkatan kerja besar di Jabar. Kedua, upah masih sangat kompetitif dan ketiga infrastruktur yang maju di antaranya adanya Bandara Kertajati serta Pelabuhan Patimban,” kata Ning Wahyu Astutik, Senin 1 November 2021.

Menurutnya, Indonesia memiliki populasi sebesar 270 juta jiwa dimana sebanyak 48 juta jiwa atau 17,86% populasi nasional itu berada di Jabar. Populasi itu membawa Jabar sebagai daerah dengan populasi terbesar se-Indonesia.

Dia menuturkan, dengan jumlah populasi yang cukup besar itu memberikan angkatan kerja Jabar relatif tinggi terutama ditambah lulusan baru setiap tahunnya. Dengan demikian, kata dia, potensi jumlah pengangguran pun akan bertambah bila tidak diikuti dengan pembukaan lapangan kerja baru.

Baca Juga: Apindo Jabar: Calon Investor Potensial Segera Tanamkan Modal di Cirebon

“Tidak dipungkiri kita semua menuju high tech dan digitalisasi industri seperti yang sering disebutkan yaitu 4.0 atau bahkan 5.0. Namun, industri padat karya tetap masih dibutuhkan dengan adanya ketersediaan angkatan kerja serta transisi teknologi yang belum sepenuhnya terjadi dan terpenuhi,” jelas Ning Wahyu Astutik.

Berdasarkan kalkulasi itu, pihaknya terus menjajaki kerja sama dengan calon investor agar mau menanamkan modalnya di Jabar guna membuka lapangan kerja baru. Kondisi ini tentunya bisa menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

Ning Wahyu Astutik menjelaskan, pengembangan kawasan Segitiga Rebana kini menjadi fokus utama Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menggiring calon investor untuk menanamkan modalnya ke Jabar.

Pengembangan kawasan Segitiga Rebana seluas 43.913 hektare di Jabar bisa menjadi lokasi calon investor untuk menanamkan modalnya. Selain itu, adanya sejumlah fasilitas dari pemerintah berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, dan deductive tax akan menjadi pendorong investor untuk berinvestasi.

Baca Juga: Kembangkan Kawasan Industri Patimban, Erick Thohir Gandeng Apindo Jabar

Dorongan pun dilakoni Ning Wahyu Astutik hingga ke pemerintah pusat. Apindo Jabar memfasilitasi calon investor bertemu langsung dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Dalam dialog tersebut, calon investor dari Korea Selatan WS Shin dan Jay Bang diberikan jaminan terkait proses legalitas yang relatif cepat dan kondusivitas iklim investasi di Indonesia.

Kendati mendapatkan jaminan, Ning Wahyu Astutik menyebutkan para calon investor itu masih menyimpan kekhawatiran terhadap impelementasi UU Cipta Kerja terutama mengenai pengupahan.

Baca Juga: Bidik Ekonomi Jabar Hebat, Apindo Jabar Siap Berinovasi dan Kolaborasi

Tak berhenti di situ, Apindo Jabar pun memfasilitasi calon investor bertemu dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Ning Wahyu Astutik mengatakan, Kementerian Perdagangan sejauh ini telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam mengatasi kelangkaan kontener.

Sementara itu, calon investor asal Amerika Serikat Duncan Scott mengatakan setiap orang asing yang bekerja di Indonesia membayar US$1.200 per tahun.

“Banyak sekali orang asing dari perusahaan alas kaki di Indonesia. Seharusnya uang tersebut bisa dipakai untuk memberikan pelatihan, kelas-kelas transformasi teknologi terkait sepatu. Namun, hingga kini sepertinya belum dilakukan,” kata Duncan Scott.

Kondisi tersebut membuat perusahaan sepatu masih kesulitan mencari tenaga teknis atau engineer. Untuk itu, Duncan Scott mengharapkan pemerintah membantu mewujudkan transformasi teknologi tersebut.***(dnr)


Editor : inilahkoran