Daop 2 Bandung Konsisten Terapkan Prokes Covid-19 saat Operasikan 1.539 Perjalanan KA Nataru
Akhir tahun ini, Daop 2 Bandung mengoperasikan 1.539 perjalanan KA Nataru. Lantaran masih pandemi, Prokes Covid-19 tetap diberlakukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Akhir tahun ini, Daop 2 Bandung mengoperasikan 1.539 perjalanan KA Nataru. Lantaran masih pandemi, Prokes Covid-19 tetap diberlakukan.
“KAI (PT Kereta Api Indonesia) konsisten menerapkan Prokes Covid-19 secara disiplin pada layanan perjalanan KA Nataru sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19,” kata Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardoyo, Jumat 17 Desember 2021.
Menurutnya, sesuai SE Kemenhub Nomor 112/2021 aturan perjalanan KA Nataru di Daop 2 Bandung tetap mengacu pada Prokes Covid-19. Untuk perjalanan KA jarak jauh, calon penumpang berusia di atas 17 tahun itu diwajibkan memiliki dokumen vaksin dosis lengkap. Dia pun harus menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam atau Rapid Test Antigen 1x24 jam.
Baca Juga: Inilah Aturan Terbaru Perjalanan KA Periode Natal dan Tahun Baru
Khusus calon penumpang berusia 12-17 tahun itu mereka minimal sudah mengikuti vaksinasi dosis pertama dan menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam atau Rapid Test Antigen 1x24 jam. Sedangkan, calon penumpang di bawah usia 12 tahun hanya menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam dan didampingi orang tua.
“Di wilayah kerja Daop 2 Bandung ini, kita menyediakan 8 stasiun yang melayani rapid test antigen di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Purwakarta, Ciamis, dan Cipeundeuy dengan tarif Rp45 ribu,” ujar Kuswardoyo.
Selain itu, para pelanggan diwajibkan dalam kondisi sehat dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat. Pelanggan pun diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.
Baca Juga: Daop 2 Bandung: Seluruh Calon Penumpang KA Wajib Disuntik Vaksin sebagai Syarat Perjalanan
Para penumpang perjalanan KA Nataru pun tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.
KAI juga telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI. Integrasi ini terwujud melalui kerjasama antara KAI dan Kementerian Kesehatan dengan tujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.
Menurutnya, operasionalisasi perjalanan KA Nataru itu merupakan komitmen KAI membantu konektivitas masyarakat yang ingin bepergian dengan aman dan nyaman. Pada periode 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022, Daop 2 Bandung akan mengoperasikan 1.539 perjalanan KA.
Baca Juga: Vaksinasi Seribu Dosis Warga Garut, Daop 2 Bandung Operasikan Rail Clinic
Rinciannya, 323 perjalanan KA reguler jarak jauh dan 38 KA fakultatif jarak jauh serta 1.178 perjalanan KA lokal. Setiap harinya, rata-rata Daop 2 Bandung akan mengoperasikan 81 perjalanan KA Nataru dengan rincian 17 perjalanan KA reguler jarak jauh dan 2 perjalanan KA fakultatif jarak jauh serta 62 perjalanan KA lokal.
Kuswardoyo menuturkan, untuk perjalanan KA jarak jauh itu Daop 2 Bandung menyediakan rata-rata 7.483 tiket per hari untuk mengantisipasi kebutuhan dari masyarakat yang akan bepergian. Sejauh ini, Daop 2 Bandung belum melakukan penambahan perjalanan KA lantaran masih mengamati minat dari masyarakat.
Secara umum, tiket yang terjual rata-rata masih di bawah 30% dan diprediksi akan terus bergerak karena penjualan masih berlangsung.
Baca Juga: Vaksinasi Seribu Dosis Warga Garut, Sulistiani Senang Bisa Naik Kereta Rail Clinic
“Adapun rute yang menjadi favorit masyarakat sejauh ini adalah ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujarnya.
Kuswardoyo menyebutkan, tiket KA masa Nataru sudah dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI lainnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, pada masa angkutan Nataru kali ni para pegawai KAI akan mendirikan posko di berbagai daerah di wilayah operasional Daop 2 Bandung. Posko tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan lancar, protokol kesehatan diterapkan secara disiplin, serta memastikan keandalan sarana dan prasarana KA.
“Langkah itu diambil tujuannya untuk menghadirkan layanan KA di masa angkutan Nataru tetap aman, nyaman, selamat, dan sehat,” tandasnya. (Doni Ramdhani)
Editor : inilahkoran


