Ibu-ibu Pastikan NIK Anak Terdaftar di Dapodik ya, Bantuan PIP Cair Desember 2021
Ketua Puslapdik Abdul Kahar mengatakan, kepala sekolah harus memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa terdata di Dapodik untuk PIP.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung,- Ketua Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kahar mengatakan, kepala sekolah harus memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa terdata di Dapodik.
Pasalnya kata ia, pemerintah tengah menyalurkan berbagai bantuan berdasarkan NIK termasuk bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) berdasarkan NIK yang tercantum di Dapodik.
"Jadi kalau mau tidak tertinggal data siswanya untuk menerima bantuan PIP, tertibkan NIK. Jadi begitu pendaftaran siswa baru, yang diwajibkan bagi siswa atau orang tua siswa adalah mengisi NIK dengan benar," katanya, Senin 13 Desember 2021.
Baca Juga: Enam Kelurahan di Kota Bandung Raih Penghargaan BBGRM
Namun, Abdul Kahar mengingatkan, hal itu harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menghambat pendaftaran siswa.
Caranya, pihak sekolah dan dinas pendidikan harus melakukan pendampingan supaya siswa atau orang tua siswa mengisi NIK dengan benar.
Abdul Kahar memastikan, kalua NIK siswa sudah tepat, pengusulan bantuan jenis apapun, termasuk PIP tidak akan tertolak oleh sistem di Puslapdik.
Baca Juga: Masih Lama! Jadwal 3 Pemain Asing Gabung Persib, Robert Alberts Akui Kudu Sabar
Persoalan NIK ini juga tak hanya di Dapodik, namun juga di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
"Seringkali terjadi, data di Dapodik dan di DTKS tidak valid sehingga penyaluran bantuan terhambat. Kalau data NIK di Dapodik dan DTKS valid, bantuan PIP dipastikan lancar," kata Abdul Kahar.
Hal itu dikatakan Abdul Kahar menanggapi laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang mengatakan, adanya penurunan jumlah siswa penerima PIP pada tahun 2021 ini.
Baca Juga: Yuk....Hitung-hitung Peluang Ade Yasin Maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024
Ditegaskan Abdul Kahar, persoalan NIK ini penting. Hal itu mengingat seringnya menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat terkait anak-anaknya yang penyaluran PIPnya terhenti.***(Rinda Suherlina)
Editor : inilahkoran


