Fokus Adaptasi dan Inovasi, Pendapatan Pos Indonesia Sentuh Rp584 Miliar

Selama 2021, Pos Indonesia melakukan strategi yang fokus pada adaptasi dan inovasi. Hasilnya, setahun lalu net income sebesar Rp584 miliar.

Fokus Adaptasi dan Inovasi, Pendapatan Pos Indonesia Sentuh Rp584 Miliar
Fokus adaptasi dan inovasi, pendapatan Pos Indonesia sentuh Rp584 miliar.

INILAHKORAN, Bandung - Selama 2021 kemarin, PT Pos Indonesia melakukan strategi yang fokus pada adaptasi dan inovasi. Hasilnya, selama tahun lalu net income  terhitung sebesar Rp584 miliar.

Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, kinerja pendapatan itu tumbuh sebesar 71% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan itu diakuinya menunjukkan suksesnya adaptasi dan inovasi yang sejauh ini semakin kuat.

Menurutnya, salah satu kontribusi Pos Indonesia yakni berasal dari kebijakan efisiensi biaya sebesar -16%. Revenue Outlook 2021 mengalami penurunan dibandingkan 2020 karena program penyaluran BST tahun 2021 lebih kecil. Kontribusi efisiensi biaya sebagai implementasi adaptasi dan inovasi yang paling signifikan diperoleh dari biaya administrasi yang turun 64%, biaya umum 46%, dan biaya operasi 29%.

Baca Juga: Sinergi Pos Indonesia dan Bank Mandiri Perluas Layanan Keuangan dan Kurir di Tanah Air

Faizal menyebutkan, pada bidang operasi kinerja standar waktu penyerahan (SWP) secara nasional pada 2021 yaitu SWP Q9 sebesar 98,62%, Pos Ekspress 93,58%, Pos Kilat Khusus 91,29% , dan pencapaian kinerja CCH sebesar 97,51%.

Berdasarkan kinerja tersebut, memasuki 2022 ini dia optimistis bertahan di tengah aneka disrupsi yang terjadi sebangai tantangan besar menghadang Pos Indonesia. Kendati demikian, kesempatan juga terbuka lebar khususnya di era pandemi Covid-19.

Tantangan Pos Indonesia hari ini diakuinya adalah bagaimana bisa adaptif dan relevan dengan perubahan zaman serta mampu meresponsnya secara cepat. Dia meyakini, siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Kemampuan adaptasi dan inovasi digitalisasi menjadi penting.

Baca Juga: Gandeng MBS, Pos Indonesia Perluas Bisnis Layanan Agen MyPos di Tanah Air

"Ini harus dilakukan menuju tekad Pos Indonesia untuk menjadi juara," kata Faizal, Jumat 28 Januari 2022.

Pos Indonesia terus melakukan perbaikan kualitas operasi dengan membentuk Tim Saber (Sapu Bersih) Kiriman Pos, sehingga tidak ada lagi kiriman yang tertinggal dan terlambat diproses atau diserahkan kepada penerimanya. Tim Saber Kiriman Pos mempunyai tugas dan tanggung jawab di setiap tahapan proses, mulai dari first mile, midmile dan last mile.

Pada 2022 ini, Pos Indonesia juga menargetkan jumlah O-Ranger naik tiga kali lipat atau mencapai 20.000 agen dari posisi saat ini sebanyak 9.300 agen. Dalam RKAP 2022 Pos Indonesia menetapkan target pertumbuhan revenue sebesar 21,51%, target pertumbuhan net income sebesar 8,2%, dan pertumbuhan EBITDA sebesar 22,05% sehingga diharapkan aset perusahaan dapat tumbuh sebesar 8,81%.

Baca Juga: Pos Indonesia Borong 3 Penghargaan di Ajang Top Digital Award 2021

“Tentu Pos Indonesia tidak akan bisa meraih itu semua tanpa jerih payah dan kerja keras dari seluruh Insan Pos. Pos Indonesia songsong tahun 2022 dengan semangat baru, seiring dengan bangkitnya ekonomi pasca pandemi, serta potensi pasar yang masih terbuka luas,” jelasnya.

Faizal menegaskan, adaptasi dan inovasi merupakan dua kata kunci yang paling tepat di tengah era disrupsi ini. Untuk itu, Pos Indonesia merancang transformasi di berbagai bidang, merancang perubahan-perubahan penting di setiap lini strategis, agar perusahaan ini bisa bertahan di abad yang penuh kelincahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas ini.

Dalam rangka adaptasi dan berinovasi tersebut, Pos Indonesia telah merancang tujuh transformasi penting yaitu Transformasi Bisnis, Transformasi Produk dan Channel, Transformasi Proses Operasi, Transformasi Teknologi, Transformasi Sumber Daya Manusia, Transformasi Organisasi, dan Transformasi Budaya Perusahaan. (*)


Editor : inilahkoran