Ekowisata Penting dalam Perlindungan Hutan
Pengelola Ekowisata Bird Watching Alex Waisimon mengatakan ekowisata atau kegiatan wisata yang berwawasan lingkungan merupakan kegiatan penting dalam upaya melindungi hutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Pengelola Ekowisata Bird Watching Alex Waisimon mengatakan ekowisata atau kegiatan wisata yang berwawasan lingkungan merupakan kegiatan penting dalam upaya melindungi hutan dari kerusakan.
"Saya katakan sangat penting ketika ekowisata tumbuh di tanah Papua. Jadi kita bisa melindungi hutan," katanya dalam acara Mari Cerita Papua (MaCe) Papua bertajuk "Cendrawasih: Ekoturisme dan Perlindungan Hutan Papua" yang diadakan di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9/2019).
Ia mengemukakan melalui ekowisata, orang-orang bisa melakukan kegiatan wisata tanpa merusak hutan. Ekowisata juga memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat adat setempat dan terhadap perekonomian mereka.
"Karena banyak yang diuntungkan. Yang diuntungkan yang punya penjual buah, sayur-sayuran, pertokoan dan banyak lagi," lanjutnya.
Menurut dia, pemerintah saat ini juga perlu lebih mendorong ekowisata yang sesuai dengan karakter budaya suatu daerah.
Pemerintah bisa mendorong kegiatan wisata yang mampu memberdayakan karakter sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat dibandingkan mengembangkan perkebunan kelapa sawit di sana.
"Saya pikir kelapa sawit tidak menguntungkan bagi masyarakat asli Papua karena mereka tidak bisa mengelolanya. Diajarin tanam padi juga tidak bisa. Jadi beda karakteristiknya," ujarnya.
"Pemerintah harus dorong itu dengan serius sehingga negara bisa lebih maju dan tidak hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu," tambahnya.
Salah satu yang dikembangkan Alex dalam pelestarian hutan melalui ekowisata adalah bird watching, mengamati beragam jenis burung cendrawasih yang merupakan burung khas di Papua.
Ekowisata bird watching yang ia kembangkan melibatkan 16 suku di wilayah seluas sekitar 19 ribu hektar yang akan dijadikan hutan konservasi.
Di daerah tersebut, kegiatan ekowisata lain yang ia kembangkan di antaranya pendakian, kayak di kali dan juga pengamatan pohon langka. "Ada banyak pohon-pohon langka yang usianya 600-700 tahun di dalam," ujarnya. (Antara)
Editor : suroprapanca

