Emil: Saatnya Indonesia Kompak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengomentari putusan hakim Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019.

Emil: Saatnya Indonesia Kompak
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengomentari putusan hakim Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019.

Hakim MK menolak seluruh permohonan yang diajukan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut dia, hal tersebut merupakan babak akhir dari kontestasi demokrasi.

Ridwan Kamil menilai wajar bilamana ada pihak yang kecewa dengan keluarnya keputusan tersebut. Hanya saja, dia mengimbau warganya jangan berlama-lama merasakan kekecewaan itu. 

"Kalau berlama-lama negeri ini nggak akan maju, kita sudah punya syarat menjadi calon negara adidaya. Kuncinya tidak akan berhasil kalau tidak kompak," ujar Ridwan Kamil, Jumat (28/6/2019).

Menurut dia, masyarakat kudu menyadari bahwa Pilpres merupakan ajang pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali. Untuk itu, setelah putusan MK ditetapkan, sudah saatnya bersatu dan hilangkan istilah negatif yang ditujukan masing-masing kubu.

"Tidak ada lagi 01 dan 02 dalam diskusi kita, cebong kampret di medsos, lupakan, harus move on. Kalau berlama-lama negeri ini gak akan maju, kita sudah punya syarat menjadi calon negara adidaya. Kuncinya tidak akan berhasil kalau tidak kompak," paparnya.

Dia memastikan, dengan adanya keputusan MK tersebut artinya pesta demokrasi di negeri ini telah usai. Dengan demikian, sudah saatnya kembali bersama-sama membangun negeri ini agar kian baik.

"Nah MK sudah memutuskan dengan dalil-dalilnya, tidak ada upaya lain karena ini sudah final, Pak Jokowi menerima, Pak Prabowo menghormati, tinggal di bawahnya sama untuk mengikuti penghormatan keputusan MK," katanya.

Lebih lanjut, Emil menyatakan, rekonsililiasi antara Jokowi dan Prabowo sangat penting karena bisa menjadi momentum yang baik dan berpengaruh hingga daerah-daerah.

"Saya kira tidak sesederhana itu karena rekonsiliasi harus ada dari pusat. Bawahnya gak ada apa-apa. Setiap silaturahmi penting. Jadi saya doakan kita benar-benar tidak bahas pilpres pasca keputusan MK," pungkasnya.(Rianto Nurdiansyah)


Editor : Bsafaat