Emil Usulkan KEK di Kilang Balongan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan Kilang Balongan, Indramayu berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal tersebut menyusul seriusnya perusahaan Taiwan dan Abu Dhabi yang berinvestasi kepada Pertamina untuk kawasan tersebut. 

Emil Usulkan KEK di Kilang Balongan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan Kilang Balongan, Indramayu berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal tersebut menyusul seriusnya perusahaan Taiwan dan Abu Dhabi yang berinvestasi kepada Pertamina untuk kawasan tersebut. 

Diketahui, Ridwan Kamil telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (27/11/2019). 

“Kami juga mengusulkan upgrade mendapat status KEK (untuk Kilang Balongan) karena lahannya kan di atas 200 hektar,” ujar Ridwan Kamil usai pertemuan.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengatakan, dibutuhkan puluhan ribu tenaga kerja untuk pengerjaan konstruksi pengembangan Kilangan Balongan yang rencananya dimulai dimulai 2020 nanti. 

Menurutnya invetasi untuk pengembangan Kilang Balongan ini sangat besar. Sehingga, dibutuhkan puluhan ribu tenaga kerja untuk pengerjaan konstruksi yang rencananya dimulai tahun 2020. Menurut dia, pihak Pertamina pun sudah berkomitmen agar pekerja mayoritas warga Indramayu. 

"Dan ada inovasi menunggu operasi warga Indramayu akan dilatih dulu sehingga pas hari H (2026) operasi, anak-anak Indramayu sudah punya ilmu tentang industri petrochemical,” imbuh dia. 

Emil juga mengatakan, invetasi pengembangan Kilang Balongan memang besar. Adapun Tugas Pemprov adalah mengamankan tata ruang dan penunjukan lokasi wilayah yang dimintai Pertamina.

“Total yang sudah konkret (investasi) ke Jawa Barat alhamdulillah sektar 8 miliar USD atau mendekati Rp 100 triliun,” tutur dia.

Sementara itu, Dirut Pertamina Nicke Widyawati menilai proyek pengembangan Kilang Balongan akan mendapat banyak kemudahan bilamana nantinya berstatus KEK. Karena itu, dia berharap hal tersebut dapat terealisasi. 

“Kami sangat berharap kemudian statusnya bisa jadi KEK karena akan mendapat beberapa kemudahan jadi kami berharap dukungan dari Pak Gubernur (Jabar),” ujar  Nicke.

Dia mengatakan, proyek yang dikerjakan Pertamina di kawasan tersebut yakin pabrik Petrokimia yang diintegrasikan dengan Kilang Balongan. Pihaknya melakukan perluasan kapasitas kilang dan pabrik petrokimia.

“Ini proyek Petrokimia yang diintegrasikan dengan kilang yang saat ini kilangnya sudah ada eksisting. Namun kilang ini akan kita ekspansi kapasitasnya dan diintegrasikan dengan pabrik petrokimia beserta turunannya. Jadi ini akan jadi integrated refinery and petrochemical plant terbesar dan ini letaknya di Indramayu, Jabar,” jelas dia.

Kilang Balongan saat ini mampu memproduksi 125.000 barel per hari (bph). Dengan perluasan kapasitas, kata Nicke, Kilang Balongan bisa memproduksi hingga 350.000 bph.

“Kapasitasnya untuk refinery menjadi 350.000 barel per hari dan untuk petrochemical bisa 2,5 juta nafta,” ujar Nicke.(Rianto Nurdiansyah) 


Editor : Bsafaat