Emosi Naik Saat Puasa Ramadan? Coba 8 Tips Ini agar Tetap Tenang
Mengendalikan amarah tentu bukan hal mudah. Berikut beberapa tips menahan amarah saat Ramadan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Saat Ramadan, umat Muslim tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga emosi. Jika kemarahan tidak bisa dikendalikan, pahala ibadah Ramadan bisa berkurang.
Mengendalikan amarah tentu bukan hal mudah. Dikutip dari dalamislam. com, berikut beberapa tips menahan amarah saat Ramadan:
Tidak Banyak Bicara
Mengatasi masalah sebaiknya dilakukan dengan cara berkomunikasi. Namun komunikasi juga harus dilakukan dengan ketenangan dan pikiran yang jernih. Berbicara dalam keadaan marah malah bisa memperburuk situasi. Oleh karena itu, saat emosi memuncak, sebaiknya tidak banyak berbicara dan menunggu saat tepat untuk berdiskusi agar percakapan dapat menghasilkan solusi yang baik.
Mengambil Air Wudu
Cucilah wajah dan tubuh dengan air wudu karena bisa menenangkan emosi. amarah yang menggebu sering kali merupakan hasil dari godaan setan, yang sifatnya berapi-api. Untuk memadamkan api, perlu membasuh dengan air, khususnya air wudu.
Menarik Napas Dalam-dalam
Mengisi paru-paru dengan oksigen saat dikuasai emosi terbukti dapat meredakan perasaan tersebut. Untuk itu, ambillah napas dalam-dalam dan embuskan perlahan-lahan agar hati dan pikiran kita merasa lebih ringan.
Cukupkan Istirahat
Salah satu penyebab emosi yang buruk, selain dari interaksi negatif dengan orang lain, adalah kurangnya waktu istirahat. Untuk menghindari perasaan marah saat berpuasa, penting mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Memperbanyak Zikir
Zikir sangat efektif untuk meredakan emosi, karena salah satu kelebihannya adalah dapat mengingat Allah, sehingga membuat hati lebih lembut dan tenang.
Hal ini juga telah dibuktikan melalui berbagai penelitian yang dilakukan oleh para psikolog yang mewawancarai kelompok yang rajin berzikir. Hasilnya, zikir menghasilkan perasaan damai serta memberikan makna hidup lebih dalam bagi para pengamalnya.
Mengalihkan Perhatian/Mencari Kesibukan
Carilah aktivitas positif lain untuk mengalihkan perhatian sehingga rasa marah dapat terlupakan, meskipun hanya sementara. Dengan cara ini, emosi dan kemarahan bisa reda, dan pikiran lebih jernih setelahnya.
Mengubah Posisi Tubuh
Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi. Oleh karena itu, ketika emosi sulit untuk diatur, cobalah mengambil posisi yang lebih rendah. Misalnya, jika merasa marah saat berdiri, sebaiknya coba duduk. Sementara jika kemarahan muncul saat duduk, berbaringlah sebagai alternatif.
Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an tidak hanya merupakan sumber pengetahuan dan wahyu dari Allah SWT, tetapi juga bisa menjadi penawar untuk menenangkan berbagai masalah hati seperti kemarahan, kedengkian, dan lain-lain. Oleh sebab itu, alih-alih mengikuti emosi yang muncul, lebih baik membaca Al-Qur’an untuk meredakan perasaan dan menambah pahala saat berpuasa. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

