Endang Bule, Si Perakit Bom dan Taktik Perang Layaknya Tentara
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan walaupun Endang Bule atau Jenggot (51 tahun) terduga teroris berlatar belakang pendidikan SMP, namun kemampuannya bisa membuat bom kimia eksplosive dan perang layaknya tentara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan walaupun Endang Bule atau Jenggot (51 tahun) terduga teroris berlatar belakang pendidikan SMP, namun kemampuannya bisa membuat bom kimia eksplosive dan perang layaknya tentara.
Kemampuan Endang Bule tersebut selain dirinya karena sudah bergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jaringan Fikri Abu Hamzah pada 6 tahun lalu, dirinya juga mendapatkan pendidikan perang di Gunung Ceremai Cirebon dan membuat bom dari terduga teroris lainnya yaitu TH yang ditangkap di Pemalang, Jawa Timur.
"Endang Bule dan TH ini sudah bergabung dengan ISIS dan berencana berangkat ke Suriah namun karena tertangkap di Turkey keduanya pun dideportasi oleh Pemerintah Turkey ke Indonesia (kampung halamannya) pada tahun 2015 lalu," ujar Brigjen Dedi di Kampung Nanggewer Kaum RT 02 RW 03, Nanggewer, Cibinong, Sabtu (18/5).
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menerangkan dalam penangkapan Jumat kemarin oleh Densus 88, selain zat kimia TATP kepolisian juga mengamankan senyawa kimia lainnya seperti nitrogliserin, urea, sulfur, HCI, asetat, H303, H2SO4, H202,potasium dan detonator.
"Kemampuan membuat bom terduga teroris ini lebih tinggu dari JAD Bekasi dan lainnya karena ia memiliki laboratarium kimia untuk membuat bom high eksplosive dengan memanfaatkan panci dan rice cooker sebagai medianya. Bom kimia ini akan kami disposal di Kawasan Komplek Olahraga Pakansari," terangnya.
Beigjen Dedi menjelaskan bom-bom kimia ini akan diledakkan atau melakukan pemyerangan aksi terorismenya ke aparat kepolisian dan pengumumuman hasil hitung Pilpres dan Pileg di Gedung KPU RI pada Rabh (22/5) mendatang.
"Target pertama mereka adalah aparat kepolisian lalu memanfaatkan kemurunan massa pada Rabu (22/5) mendatang untuk melakukan aksi terorismenya, kami harap tidak ada pengerahan massa yang besar dan jika ada yang kurang pas pada tahapan pemilu harap menempuh mekanisme hukum," jelas Brigjen Dedi.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur ini memaparkan jajarannya masih mendalami istri terakhir Endang Bule apakah dia yang terpapar paham teroris atau malah dia yang 'menularkan' paham tersebut ke suaminya.
"Kami masih mendalami peranan istri terduga teroris Endang Bule dan apakah dia yang terpapar atau dia yang menularkan paham terorisme ini," paparnya.
Brigjen Dedi menjelaskan sebelum mengamankan Endang Bule, Densus 88 mengamankan kaki tangannya berinisial S di Jalan Kapten Yusuf, Tamansari, Kabupaten Bogor berikut barang bukti dua buah handphone dan buku catatan.
"Dengan tertangkapnya Endang Bule dan S ini maka total ada 70 terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88, dari total jumlah terduga teroris tersebut 8 terduga teroris diantaranya kami lakukan tindakan tertentu karena merekamelakukan perlawanan saat ditangkap," jelas Brigjen Dedi. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

