Erick Thohir: Pembangunan Pembangkit di Bangladesh Dikaji Kembali
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia dan Bangladesh sedang mengkaji kembali atau mereview pembangunan pembangkit listrik (power plant).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Indonesia dan Bangladesh sedang mengkaji kembali atau mereview pembangunan pembangkit listrik (power plant).
"Kita sedang kaji ulang kerja sama Indonesia dengan Bangladesh mengenai pembangunan pembangkit listrik di sana yaitu ada Pertamina dan PLN," ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Selain itu, Erick juga menambahkan bahwa dirinya dan Menteri Perkeretaapian Bangladesh Md. Nurul Islam Sujon membahas bahwa kerja sama itu tidak hanya mau bersifat business-to-business, tapi juga akan membantu terkait pelatihan dalam arti individu-individu yang ada di Bangladesh akan bisa dibantu agar Kementerian BUMN juga bisa membantu negara mitra Indonesia.
"Karena kita tahu Bangladesh adalah satu negara sahabat yang memang akan terus kita tingkatkan kerja samanya," kata Menteri BUMN tersebut.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir siap mengeksplorasi sinergi dengan para duta besar Republik Indonesia yang ditempatkan di sejumlah negara dalam rangka meraih peluang investasi, ekspor, dan mitra kerja sama.
Erick mengatakan bahwa Presiden Jokowi memberikan arahan kepada para dubes di mana fokus kerja para dubes sekarang 70-80 persen berada di sektor ekonomi. Dengan demikian tentu ekspor dan investasi yang menjadi key performance indicator (KPI) para dubes.
Erick mengatakan bahwa hal ini kalau dari sisi BUMN menjadi hal yang positif mengingat pertama BUMN melakukan produksi apapun yang bisa menjadi kebutuhan bagi negara lain. Contohnya PT Inka yang cukup mumpuni di bidangnya, ini bisa menjadi mitra di negara-negara seperti Bangladesh dan sebagainya. BUMN bisa berperan seperti itu.
Sinergi dengan para dubes tersebut juga dapat ditujukan untuk mencari mitra. Salah satu perjalanan bersama Presiden Joko Widodo pekan ini ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yakni menandatangani kemitraan baik refinery dengan ADNOC atau dengan beberapa perusahaan lain di sana sehingga selain investasi masuk kemudian membuka lapangan kerja, namun juga perlu menciptakan keahlian. (antara)
Editor : suroprapanca

