F-PKS Kota Bogor Mengklaim Proyek Double Track Berpotensi Memutus Tali Silaturahmi Warga

Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar mengatakan proyek double track kereta api Bogor-Sukabumi berpotensi memutus silaturahmi warga.

F-PKS Kota Bogor Mengklaim Proyek Double Track Berpotensi Memutus Tali Silaturahmi Warga
F-PKS DPRD Kota Bogor meninjau lokasi double track kereta api Bogor-Sukabumi.

INILAHKORAN, Bogor – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar mengatakan proyek double track kereta api Bogor-Sukabumi di Kota Bogor berpotensi memutus silaturahmi warga di dua kedua sisi.

Hal itu diungkapkan Karnain Asyhar setelah meninjau beberapa titik proyek double track Bogor-Sukabumi  bersama para anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor dan Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan, Minggu 5 Desember 2021.

"Jadi kemarin kami gelar kegiatan Fraksi PKS sapa warga, tujuannya untuk meninjau lokasi kegiatan proyek double track kereta api, dan difokuskan ke beberapa titik lokasi yang terdampak oleh kegiatan proyek ini," ungkap Karnain kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa 7 Desember 2021.

Baca Juga: Soal Dampak Pembangunan Proyek Double Track, Lurah Mediasi Warga dan Kontraktor, Begini Hasilnya! 

Makanya, dia mengimbau harus adanya intevensi dari pemkot di beberapa titik dengan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Karena dengan adanya proyek double track ini, berpotensi memutus silaturahmi warga yang berada di sisi kiri dan sisi kanan jalur double track.

”Selain itu, pada kesempatan ini kami juga menyapa beberapa warga yang terdampak serta mengajak perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, Camat, dan Lurah terkait untuk bersama-sama meninjau lokasi," tambahnya.

Karnain berharap dengan adanya kegiatan FPKS Sapa Warga ini menjadi salah satu upaya dari Fraksi PKS merespon situasi yang dialami oleh masyarakat agar dapat diintervensi dengan program-program anggaran yang dapat dilakukan di tingkat kota atau melalui komunikasi vertikal dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Baca Juga: Kebocoran Pipa Ganggu Suplai Air Istana Bogor, Dedie A Rachim: Pengembang Double Track Hati-hati!

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto memaparkan, proyek double track Bogor-Sukabumi yang sedang dibangun di beberapa wilayah di Kota Bogor memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap warga yang tinggal di sepanjang jalur rel yang sedang dibangun, seperti terputusnya jalan penghubung antar RW di beberapa Kelurahan dan kebutuhan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai upaya antisipasi tanah longsor.

"Oleh karena itu, Fraksi PKS DPRD Kota Bogor kembali menyelenggarakan Fraksi PKS sapa warga pada Minggu (5/12/2021) dengan mengambil titik awal di SMAN 4 Bogor, kemudian berjalan menyusuri wilayah RW 10 Kelurahan Empang yang berada di pinggiran kawasan rel yang sedang dibangun, lalu diakhiri di wilayah RW 9, Kelurahan Batutulis untuk meninjau lokasi usulan warga untuk pembangunan JPO sebagai akses jalan yang menghubungkan beberapa RW di Kelurahan Batutulis," ungkap Atang.

Menurut Atang, Fraksi PKS sapa warga merupakan program rutin yang diadakan oleh Fraksi PKS Kota Bogor untuk menyapa langsung masyarakat sekaligus memantau kinerja pembangunan di Kota Bogor. Turut hadir dalam kegiatan ini.

 Baca Juga: Bima Segera Panggil Kontraktor Pelaksana Proyek Double Track

"Giat Sapa Warga ini merupakan program rutin bulanan FPKS Kota Bogor untuk bertemu langsung menyerap aspirasi warga, memantau langsung permasalahan di lingkungan, sekaligus monitoring dan pengawasan terhadap pembangunan yang dilakukan," jelas Atang.

Sementara itu, penanggungjawab kegiatan FPKS Sapa Warga kali ini, Mardiyanto berharap, bahwa setelah kegiatan ini, pelaksanaan pembangunan TPT dan JPO dapat segera terealisasi di kedua Kelurahan yang menjadi lokasi pelaksanaan FPKS Sapa Warga kali ini.

"Pastikan pembangunan TPT dan JPO segera terlaksana demi memenuhi aspirasi warga," pungkas Mardiyanto yang juga Ketua DPC PKS Bogor Selatan. *** (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran