FAGI Jabar Menuntut Sederhanakan Adminsitrasi Guru

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mendapat keluhan dari para guru SMA dan SMK Negeri Jawa Barat tentang terlalu banyaknya aplikasi yang harus dikerjakan guru. Padahal, dokumen yang harus diunggah itu isinya hampir sama yang seharusnya praktis satu aplikasi untuk semua keperluan administrasi guru.

FAGI Jabar Menuntut Sederhanakan Adminsitrasi Guru

INILAH, Bandung - Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mendapat keluhan dari para guru SMA dan SMK Negeri Jawa Barat tentang terlalu banyaknya aplikasi yang harus dikerjakan guru. Padahal, dokumen yang harus diunggah itu isinya hampir sama yang seharusnya praktis satu aplikasi untuk semua keperluan administrasi guru.

FAGI khawatir terlalu banyak adminidtrasi yang harus dikerjakan guru akan mengganggu konsentrasi proses belajar mengajar. Selain itu, FAGI mengkhawatirkan data pribadi guru tidak di jamin keamanannya, bisa saja jatuh ke orang yang menyalahgunakan data tersebut khususnya nama orang tua yang sering digunakan sebagai kata kunci keamanan pihak perbankan.

Sebagai salah satu guru di SMAN 10 Bandung, Wini Mandalalia mengatakan seluruh guru pegawai negeri sipil (PNS) Jabar sangat terbebani dengan aplikasi-aplikasi tersebut, karena untuk mengisi aplikasi tersebut cukup rinci. Misalkan mengisi Sistem Informasi Managemen Kepegawaian (Simpeg). Untuk setiap Surat Keputusan (SK) harus mengisi nomor persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor SK, tanggal SK, serta pejabat yang menandatangi SK.

"Seolah-olah SK itu diketik ulang dan harus di upload dan aplikasi yang harus diisi Disdik SKP dan lainnya," ujar Wini, Senin (6/1/2020).

Wini mengungkapkan, seharusnya Disdik Jabar bekerjasama dengan Badan Kepegawian Daerah (BKD) Provinsi Jabar sehingga menjadi satu data. Aplikasi Kinerja Mobil (K-MOB) salah satunya untuk presensi, tapi sering terjadi kendala saat server sibuk.

"Jadi mohon sederhanakan admnistrasi guru sehingga guru lebih konsentrasi dalam mendidik siswa," imbuh Wini.

Guru SMAN 1 Kota Sukabumi dan Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Nurullah Koswara menambahkan, ada dinamika kegelisahan di lapangan. Maksudnya sangat baik untuk kepegawaian administrasi Guru Tenaga Kependidikan (GTK). Semoga dapat dikaji ulang segala administrasi bila guru belum siap.

"Semoga konsep merdeka belajar dan guru penggerak menjadi jalan terbaik pembenahan dunia tata kelola guru. Semoga Jabar Juara lahir bathin tercapai dengan baik. Administrasi lebih simple namun peran guru dalam melayani anak didik lebih perlu ditingkatkan," tambah Dudung. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani