Fajar/Fikri Juara Hanya Beberapa Hari Setelah Kepergian Gurunya Iie Sumirat
Iie Sumirat sudah tenang di alamnya. Tapi, pemain binaannya, terus menorehkan prestasi. Kali ini Fajar Alfian/Muhammad Sohibul Fikri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Changzou – Iie Sumirat sudah tenang di alamnya. Tapi, pemain binaannya, terus menorehkan prestasi. Kali ini Fajar Alfian/Muhammad Sohibul Fikri.
Fajar Alfian/Muhammad Sohibul Fikri memenangkan final ganda putra China Open 2025 dengan mengalahkan ganda Malaysia, Aaron Chia/Wooy Yik Soh dalam pertarungan dua gim langsung, 21-15, 21-14.
Ini merupakan gelar pertama bagi pasangan yang baru berpasangan tahun ini. Sebelumnya, Fajar Alfian/Muhammad Sohibil Fikri kandas di Jepang Terbuka.
Baik Fajar Alfian maupun Muhammad Sohibul Fikri adalah pemain yang sama-sama berasal dari Bandung. Mereka hanya datang dari generasi yang berbeda tipis.
Fajar Alfian, kini 30 tahun, sementara Fikri baru berusia 20 tahun. Tapi, keduanya sama-sama lahir di Bandung.
Baik Fajar maupun Fikri sama-sama lahir dari klub yang sama. Keduanya berasal dari SGS PLN Bandung. Klub tersebut baru saja ditinggalkan salah seorang pembinanya, Iie Sumirat, legenda Indonesia yang meninggal dunia pekan lalu.
Meski sama-sama berasal dari Bandung dan dibina dari klub yang sama, SGS PLN Bandung, faktanya keduanya belum pernah berduet di panggung internasional sebelum tahun ini.
Fajar Alfian sebelumnya lama berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Keduanya bahkan sempat menjadi ganda nomor satu dunia.
Sedangkan Muhammad Fikri lama berpasangan dengan Bagas Maulana. Keduanya pernah memenangkan All England pada tahun 2022 lalu.
Mereka baru berpasangan beberapa saat terakhir. Setelah kandas di Jepang Terbuka, Fajar/Fikri akhirnya mampu menembus final dan memenangkan China Open 2025.
Sayangnya, sukses dua pemain binaan SGS PLN Bandung itu tak sempat dilihat pembinanya sejak awal, Iie Sumirat. Sang legenda telah pergi untuk selamanya. (*)
Editor : Zulfirman

