Fakta Baru Oknum TNI Tembak Polisi di Lampung, Ada 12 Selongsong Peluru di Arena Sabung Ayam

Fakta baru ditemukan dalam kasus oknum TNI menembak polisi di Lampung saat penggerebekan sabung ayam.

Fakta Baru Oknum TNI Tembak Polisi di Lampung, Ada 12 Selongsong Peluru di Arena Sabung Ayam

INILAHKORAN - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, mengungkapkan bahwa tim kepolisian menemukan 12 selongsong peluru di lokasi kejadian penembakan yang terjadi di arena judi sabung ayam, Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

“Kami telah melakukan pemantauan di lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP dilakukan oleh tim dari Ditreskrimum, Pomdam Sriwijaya, serta Polres Way Kanan,” ujar Kapolda Helmy Santika dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Ia menegaskan bahwa di lokasi tersebut memang berlangsung praktik sabung ayam. Selain itu, tim forensik akan menganalisis lebih lanjut identitas selongsong peluru yang ditemukan serta arah tembakannya.

“Semua bukti akan diteliti secara mendalam untuk memastikan keterkaitan dengan kasus ini. Kami akan menelusuri alat bukti dan petunjuk agar peristiwa ini bisa diungkap dengan jelas,” tambahnya.

Terkait pelaku, Kapolda menekankan bahwa penyelidikan akan terus berjalan dengan menelusuri bukti-bukti yang ada di lokasi kejadian. Jika sudah ada kejelasan dalam kasus ini, pihaknya juga akan mengambil langkah lanjutan guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab.

“Proses ini dilakukan secara bersama-sama antara Polri, TNI, serta Pomdam Sriwijaya,” jelasnya.

Sementara itu, Danrem 043/Garuda Hitam (Gatam) Brigjen TNI Rikas Hidayatullah mengonfirmasi bahwa hingga saat ini satu oknum TNI telah diamankan oleh Denpom terkait insiden penembakan yang menewaskan tiga anggota kepolisian di Way Kanan.

“Kami meminta semua pihak bersabar karena informasi lebih lanjut akan segera disampaikan. Untuk saat ini, satu oknum pelaku telah diamankan oleh Denpom,” ujarnya.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh Biddokkes Polda Lampung terhadap jenazah Ajun Komisaris polisi (Anumerta) Lusiyanto, ditemukan luka tembak di dada kanan dengan proyektil peluru yang bersarang di rongga dada sebelah kiri.

Sedangkan autopsi terhadap jenazah Aipda (Anumerta) Petrus Aprianto menunjukkan adanya luka tembak di mata kiri dengan proyektil peluru ditemukan di tempurung kepala.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap jenazah Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Nanta mengungkapkan adanya luka tembak di sisi kiri bibir yang menembus rongga mulut, dengan proyektil peluru ditemukan di tempurung kepala bagian belakang dan tenggorokan.


Editor : Firda Rachmawati