Fakta Kebakaran Ruko Terra Drone, Ternyata Hanya Satu Lantai yang Terbakar

Menurut keterangan dari Gulkarmat DkI Jakarta, hanya satu lantai yang kebakaran di Terra Drone.

Fakta Kebakaran Ruko Terra Drone, Ternyata Hanya Satu Lantai yang Terbakar
fakta kebakaran di Terra Drone

INILAHKORAN.ID - kebakaran hebat yang terjadi di ruko Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa siang 9 Desember 2025 dipastikan hanya menghanguskan area lantai dasar bangunan. 

Dinas Penanggulangan kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menegaskan bahwa api tidak menjalar ke lantai dua hingga lantai tujuh.

Kepala Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyampaikan bahwa titik api hanya berada di lantai satu dan berhasil dilokalisasi sebelum menyebar ke bagian bangunan lainnya.

“Api hanya membakar area lantai dasar dan tidak merambat ke lantai dua, tiga, dan seterusnya,” ujar Bayu.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB itu berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih satu jam. Petugas melaporkan api sudah benar-benar padam pada pukul 13.41 WIB.

Bayu menjelaskan, setelah menerima laporan, unit pemadam hanya membutuhkan sekitar tujuh menit untuk menjangkau lokasi dan mulai melakukan pemadaman.

Meski area yang terbakar hanya satu lantai, insiden ini tetap menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Gulkarmat memastikan lantai dua hingga lantai tujuh tidak tersentuh api. Namun, sebagian besar korban ditemukan di lantai tiga dan empat. Menurut Bayu, korban diduga terjebak oleh asap tebal yang naik ke lantai atas.

“Asap cenderung bergerak ke atas. Meski kebakaran hanya terjadi di lantai bawah, asap pekat yang naik inilah yang menyebabkan banyak korban ditemukan di lantai tiga dan empat,” jelasnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan bahwa hingga pukul 17.00 WIB tercatat 22 orang meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.

Dari jumlah itu, tujuh korban berjenis kelamin laki-laki dan 15 lainnya perempuan. Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.


Editor : Firda Rachmawati