Farhan Akui Kemiskinan Jadi Tantangan Besar di Kota Bandung
Wali KOta Bandung Muhammad Farhan mengakui kemiskinan masih jadi tantangan Pemkot
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, hasil survei Litbang Kompas menjadi “rapor” yang menunjukkan capaian sekaligus pekerjaan rumah pemerintah kota terutama di sektor ekonomi yang masih menjadi sorotan utama.
Dia mengatakan, terdapat tiga aspek layanan publik yang menunjukkan progres positif dengan tingkat kepuasan masyarakat di atas 80 persen yakni layanan kesehatan, akses pendidikan dan layanan administrasi umum.
“Yang pertama adalah layanan kesehatan, yang kedua akses pendidikan dan yang ketiga layanan administrasi umum di mana tingkat kepuasan masyarakat sudah di atas 80 persen,” kata Farhan, Jumat (17/4/2026).
Meski demikian, pihaknya menegaskan capaian tersebut belum membuat pemerintah kota berpuas diri. Masih ada sejumlah sektor yang perlu diperbaiki terutama infrastruktur, transportasi dan ekonomi.
“Tetapi tentu kami belum puas, karena kami ingin mengejar 100 persen walaupun sangat sulit. Namun ini sebuah bentuk rapor yang bikin kami semangat,” ucapnya.
Farhan menyoroti sektor ekonomi sebagai tantangan terbesar, karena tingkat kepuasan masyarakat masih berada di bawah 60 persen. Persoalan utama terletak pada pengendalian kemiskinan di mana meski angka kemiskinan menurun, kondisi kelompok miskin yang tersisa justru semakin rentan.
“Kami fokus nih ke ekonomi karena ternyata dua hal yang perlu diperhatikan dari hasil Litbang Kompas tersebut. Yang pertama, adalah kita masih belum menunjukkan progres yang bagus untuk pengendalian kemiskinan,” ujar dia.
Dia menjelaskan, situasi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam kondisi kelompok miskin di Kota Bandung.
“Walaupun angka kemiskinan kita turun, tetapi ternyata mereka yang masih berada di dalam kelompok miskin itu jatuh ke dalam tingkat kemiskinan yang lebih dalam. Jadi jumlah warga miskin secara keseluruhan berkurang, tetapi mereka yang masih dalam kelompok miskin ini masih tergolong kelompok miskin ekstrem dan sangat miskin,” jelasnya.
Sebelumnya, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Bandung mencapai 65,9 persen. Survei, dilakukan terhadap 400 responden pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026.
Selain itu, sebanyak 73,1 persen responden memberikan penilaian positif terhadap citra kepemimpinan Wali Kota Bandung serta 81,4 persen masyarakat menyatakan optimistis terhadap arah pembangunan kota.
Editor : Ahmad Sayuti

