Farhan Minta Orang Tua Awasi Anak, Komunikasi Keluarga Jadi Kunci Cegah Begal

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan orang tua agar menjaga anaknya agar tak jadi korban begal

Farhan Minta Orang Tua Awasi Anak, Komunikasi Keluarga Jadi Kunci Cegah Begal
ali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengimbau keluarga memperkuat komunikasi dan kewaspadaan mencegah aksi begal.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi begal. Terutama dengan memperkuat komunikasi antara orang tua, dan anak ketika beraktivitas di luar rumah.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Namun juga membutuhkan keterlibatan keluarga dalam melakukan pencegahan sejak dini.

"Saya sangat menghimbau kepada seluruh keluarga, agar bisa memastikan anak-anaknya pada saat keluar dari rumah betul-betul mematuhi komunikasi keamanan," kata Farhan, Senin (27/7/2026).

Dikemukakan dia, komunikasi yang baik antara anggota keluarga menjadi salah satu langkah sederhana mengantisipasi berbagai risiko kejahatan di jalan. Orang tua perlu mengetahui aktivitas anak, termasuk keberadaan dan waktu kepulangan mereka.

"Kita sudah tahu sendiri, komunikasi antara anggota keluarga yang keluar rumah dengan yang di rumah juga harus sangat baik," ucapnya.

Selain peran keluarga, Farhan juga menekankan pentingnya kembali menguatkan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling. Keberadaan warga dalam menjaga lingkungan, dapat membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih awal.

"Siskamling itu bukan berarti pemerintah melepaskan tanggung jawab kepada warga, tetapi mengajak warga berpartisipasi bersama dengan Linmas, bersama dengan Polsek, bersama dengan Koramil," ujar dia.

Dia menyebut, koordinasi keamanan lingkungan dilakukan melalui lurah. Sementara penggerakan masyarakat berada di tingkat RW. Tujuan utama dari sistem tersebut, adalah menciptakan deteksi dan pencegahan dini terhadap tindak kriminal.

"Dikoordinasikan oleh siapa? Oleh lurah. Kemudian penggerakannya oleh siapa? Oleh RW. Itu nomor satu. Tujuan utamanya apa? Deteksi dan pencegahan dini," jelasnya.

Selain penguatan keamanan berbasis masyarakat, pihaknya juga memastikan layanan nomor darurat tetap berjalan dengan standar respons cepat. Layanan tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.

"Saya akan memastikan bahwa nomor darurat 110, 112, 113 dan 119 selalu memenuhi standar respons yang cepat," tutur dia.

Farhan menjelaskan, nomor 110 terhubung langsung dengan kepolisian, nomor 112 digunakan untuk berbagai pengaduan, nomor 113 untuk kejadian kebakaran dan nomor 119 untuk layanan ambulans.

Pihaknya berharap, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman serta mengurangi ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

"110 itu langsung dengan Polda. 112 itu untuk berbagai macam pengaduan. 113 untuk bencana kebakaran. Dan 119 untuk ambulans. Itu sudah standar nasional yang harus kita kejar terus," tuturnya.


Editor : Ahmad Sayuti