Farhan Tekankan Penguatan Nilai Pancasila di Era Digital

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan, pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin mudah diakses generasi muda secara instan.

Farhan Tekankan Penguatan Nilai Pancasila di Era Digital

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan, pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin mudah diakses generasi muda secara instan.

Menurut ia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Melainkan momen untuk mengingat kembali komitmen bersama menjaga Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa.

“Upacara peringatan ini meskipun singkat, namun selalu terasa mendalam karena ditutup dengan ikrar bersama. Saya berharap nilai dan semangat Hari Kesaktian Pancasila tetap dipertahankan,” kata Farhan dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.

Menurut ia, penguatan ideologi Pancasila seharusnya tidak hanya datang dari pemerintah atau melalui simbol semata. Pihaknya menilai, penguatan tersebut harus tumbuh dari bawah melalui partisipasi aktif masyarakat.

Salah satu contoh menurut ia, adalah kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar anggota DPR RI Nurul Arifin pada 28 September lalu. Kegiatan tersebut, dianggap sebagai langkah positif yang perlu diperluas.

Farhan juga mengungkapkan, perlunya pendekatan baru dalam menanamkan nilai Pancasila. Terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Ia menilai, metode penyampaian harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar lebih diterima.

“Tantangan kita cukup besar karena anak muda menerima informasi secara instan. Kita harus mengimbanginya dengan menciptakan konten yang menyisipkan nilai-nilai Pancasila secara kreatif dan relevan, bukan dengan cara yang membosankan,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi peran media yang konsisten mengangkat isu demokrasi, keadilan dan partisipasi publik. Pihaknya menyebut, suara-suara kritis yang disalurkan melalui media merupakan bagian dari praktik nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berdemokrasi.

“Media memiliki peran strategis dalam memperkuat Pancasila, terutama melalui pemberitaan yang mendorong keterlibatan publik dan keadilan sosial,” ujar dia.

Pancasila lanjutnya, tidak hanya menjadi dasar negara. Tetapi juga harus menjadi semangat yang hidup dalam keseharian warga negara.

“Maka dari itu, peringatan seperti Hari Kesaktian Pancasila penting untuk terus dijaga relevansinya. Ini bukan hanya pengingat sejarah, tetapi juga pengingat untuk masa depan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menambahkan, Pancasila merupakan kekuatan pemersatu bangsa di tengah keberagaman Indonesia. Ia menyebut, tidak semua negara memiliki dasar negara yang mampu mempersatukan perbedaan seperti Indonesia.

“Pancasila telah berhasil menyatukan ribuan pulau, berbagai agama dan beragam suku bangsa,” kata Asep Mulyadi.

Ia juga menekankan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti pada slogan. Nilai tersebut, harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Yang paling penting adalah bagaimana kita mengurangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan ekonomi. Itu bentuk konkret dari pengamalan Pancasila,” ucapnya.

Asep menilai, generasi muda membutuhkan keteladanan dalam mengamalkan Pancasila. Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat, terutama para pemimpin untuk menunjukkan sikap Pancasilais melalui perilaku sehari-hari.

“Pancasila tidak cukup hanya diucapkan, tapi harus dibuktikan lewat sikap dan tindakan. Siapa pun yang mengaku Pancasilais harus menunjukkan itu dalam kehidupan nyata,” ujar dia. *


Editor : Ahmad Sayuti