Film Anak Titipan Setan, Menjadi Debut Gisella Anastasia Bermain di Film Horor
Film Anak Titipan Setan resmi dirilis 12 Januari 2023. Film horor ini juga menjadi ajang kembalinya Gisella Anastasia di layar lebar setelah beberapa tahun vakum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Film Anak Titipan Setan resmi dirilis 12 Januari 2023. Film horor ini juga menjadi ajang kembalinya Gisella Anastasia di layar lebar setelah beberapa tahun vakum.
"Tentu ini luar biasa bagi aku, karena bermain di film Anak Titipan Setan bergenre drama dengan horor itu berbeda. Apalagi, aku bisa bermain dengan lawan main yang berpengalaman, seperti ceu Ingrid," kata Gisella Anastasia di Ciwalk, Jumat 13 Januari 2023.
Gisella Anastasia mengaku sengaja tertarik menerima tawaran bermain di film Anak Titipan Setan ini lantaran tipe orang yang banyak belajar dan menambah ilmu untuk mengetahui teknik dalam bermain film genre horor.
"Apalagi tahu sutradaranya mas Erwin dan pemainnya top. Jadi, ini tawaran menarik dan justru menjadi ketagihan bermain horor," ucapnya.
Film horor ini juga dibintangi Ingrid Widjanarko dan Annisa Hertami, serta aktor berbakat Yogyakarta seperti Ibnu Gundul, Soeyik, Nano Asmorodono, dan pemain cilik Gabriel Bivolaru.
Aktris senior, Inggrid Widjanarko mengaku dia beberapa kali bekerjasama dengan Erwin Arnada, seperti di film Nini Thowok pada 2018.
"Kedekatan ini yang semakin meningkatkan kepercayaan diri saya agar bisa memerankan karakter Eyang Susana dengan baik. Erwin Arnada ini sosok yang tegas namun santai. Artinya, dia sangat paham dalam memberikan intruksi maupun arahan sesuai dengan kondisi di lokasi syuting," kata Inggrid Wijanarko.
Film Anak Titipan Setan ini lokasi syuting diambil di Yogyakarta dengan menghabiskan waktu pengambilan gambar 17 hari di Desa Minggir, Kota Yogyakarta bertempat di cagar budaya rumah Joglo 1980an.
Sementara itu, sutradara Erwin Arnada mengatakan film terinspirasi dari kisah nyata yang ditemui saat melakukan liputan jurnalistik di wilayah Jawa Tengah pada 1994-1995.
"Ketika saya melakukan liputan di daerah Solo-Magetan, saya mendengar cerita tentang jaran penoleh. Satu cara pesugihan dengan tumbal berat, yaitu menumbalkan keluarga atau anak cucunya setiap 10 tahun sekali," kata Erwin.
Dia menambahkan, film Anak Titipan Setan merupakan film berkonsep matching fund antara BUMN yaitu PFN, Maxstream, dan MediaHub bekerjasama dengan production house (PH) dalam pendanaanya.
"Film ini bercerita mengenai Putri yang harus kembali ke kampung halamannya setelah mengetahui ibunya jatuh sakit. Putri yang pulang membawa anaknya harus menemui kenyataan bahwa sang ibu, Susana telah bersekutu dengan iblis jaran penoleh," ucapnya.*** (yogo triastopo)
Editor : Doni Ramdhani


