Fokus Maju Kembali di Pilkada Jawa Barat, Emil Bikin Keder
KEPUTUSAN sudah diambil Ridwan Kamil. Dia akan fokus maju pada Pilgub Jabar 2024. Kandidat lain bisa keder
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
KEPUTUSAN sudah diambil Ridwan Kamil. Dia akan fokus maju pada Pilgub Jabar 2024. Kandidat lain bisa keder
Ini kabar yang tak baik bagi tokoh dan politisi jawa barat yang sedang mengincar Gedung Sate. Ridwan Kamil, Gubernur jawa barat periode 2018-2023, bakal kembali maju pada kontestasi memilih pemimpin Tanah Pasundan itu, tahun depan.
Emil menegaskan dirinya kini fokus dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024. Itu prioritas utamanya meski hasil survei berbagai lembaga menunjukkan elektabilitasnya cukup baik untuk maju di pilkada DKI Jakarta, bahkan Pilpres 2024.
“Saya ini adalah objek dalam survei. Kalau hasilnya lumayan, ya alhamdulillah karena ada kerja-kerja yang dilakukan. Namun saya fokus di pilkada jawa barat di periode kedua,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai golkar itu di Slipi, Jakarta Barat, Senin (13/3).
Sikap Emil itu bisa membuat keder kandidat-kandidat lain yang sedang mengincar posisi Gubernur jawa barat periode 2024-2029. Pasalnya, hingga saat ini elektabilitas Ridwan Kamil nyaris tak tersentuh pesaingnya.
Dalam survei terakhir Charta Politika, misalnya, elektabilitas Emil bahkan melampaui angka 50%, tepatnya 50,2%. Dia jauh meninggalkan Dedi Mulyadi yang berada di angka 26,9%. Baik Emil maupun Dedi, kini sama-sama berada di bawah payung yang sama, Partai golkar.
Pesaing lainnya bahkan tak ada yang double digit. Dedi Mizwar di 3,9%, Dede Yusuf 3.4%, Uu Ruzhanul Ulum 2,4%, Bima Arya Sugiarto 1,5%, Cellica Nurrachadiana 1,3%, Desy Ratnasari 1,1%. Figur lainnya termasuk Ketua DPC PDIP Ono Surono dan Ketua DPRD jawa barat Taufik Hidayat, masih nol koma.
Begitu kuatnya elektabilitas Emil sehingga sejumlah partai cenderung angkat bendera putih dalam perburuan posisi Jabar 1. Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno, misalnya, pernah mengatakan Ridwan Kamil tak memiliki pesaing seimbang di Pilgub jawa barat.
“Saya kira, yang menarik untuk Pilgub jawa barat, adalah siapa yang akan menjadi pendamping Pak Ridwan Kamil,” kata anggota DPR Dapil Bogor ini.
Emil sendiri mengakui hasil survei berbagai lembaga menunjukkan elektabilitasnya cukup baik untuk maju di pilkada DKI Jakarta 2024. Namun menurut Gubernur jawa barat itu, dirinya harus komunikasi dengan internal Partai golkar jika ingin ikut kontestasi pilkada DKI Jakarta.
“Kalau pindah provinsi (kontestasi pilkada), harus ngobrol dengan partai yang menentukan komposisi. Namun yang sudah ada di depan mata adalah pilkada Jabar,” ujarnya.
Selain itu menurut dia, terkait Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, dirinya mendukung Airlangga Hartarto maju sebagai bakal calon presiden (capres) yang akan diusung Partai golkar.
Dia menjelaskan, sikapnya tersebut mengikuti keputusan yang telah diambil golkar untuk mengusung Airlangga di Pilpres 2024.
“Kalau hasil survei (nama) saya ada di mana-mana, itu tidak bisa dihindari. Namun saya taat pada aturan yang ada di golkar yaitu mengusung Pak Airlangga sebagai capres,” katanya.
Kang Emil mengatakan dirinya akan maksimal melaksanakan kerja-kerja politik menggalang pemilih untuk kepentingan dan memenangkan Partai golkar di Pemilu 2024.
Salah satunya adalah dengan meyakini dan mendorong golkar agar bisa hadir lebih cepat membantu masyarakat yang menghadapi masalah atau bencana. Dia mengajukan program ‘golkar Quick Response for Humanity. Program ini dia bawa dari apa yang sudah dia lakukan di jawa barat, yakni Jabar Quick Response.
“(Melalui golkar Quick Response for Humanity), di mana ada masalah, tragedi kemanusiaan, kebencanaan, kita (golkar) hadir,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil (RK) saat menjadi pembicara dalam kegiatan golkar Institute Public Lecture - Executive Education Program for Young Political Leaders 11 di Kantor DPP Partai golkar, Jakarta.
Pada kesempatan itu, RK menyampaikan usulannya kepada golkar agar memiliki program quick response itu tidak terlepas dari keberhasilan implementasi program "Jabar Quick Response" di jawa barat.
“Karena saya (selaku Gubernur jawa barat) ada program itu di jawa barat, sekarang saya bisa tidur nyenyak,” ujar dia.
Ridwan Kamil pun menyampaikan program "Jabar Quick Response" itu sudah menjadi sebuah sistem yang baik.
Sesuai dengan tujuan awalnya, program itu menjadi solusi dan pertolongan pertama bagi setiap persoalan kemanusiaan yang muncul di jawa barat. Sistem tersebut bahkan mampu bekerja 24 jam nonstop.
“Program itu untuk menolong karena selama manusia hidup, di situ ada masalah kemanusiaan,” ujar dia.
Berikutnya, dalam kesempatan sama, ia juga menyinggung alasan memilih bergabung dengan golkar.
Ridwan Kamil mengatakan program sosial dan kemanusiaan yang dimiliki golkar menjadi salah satu alasan dirinya ingin bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu.
Menurutnya, golkar merupakan salah satu partai politik yang melayani masyarakat setiap saat, tidak hanya muncul pada saat menjelang atau mendekati masa pemilu.
Ia mencontohkan kehadiran Partai golkar dalam membantu dan melayani masyarakat adalah saat terjadinya gempa di Cianjur, jawa barat.***
Editor : JakaPermana

