Fordis SMPN 9 Bandung, Membentuk Manusia Bertakwa

Tujuan dari ekstrakurikuler (ekskul) Forum Dienul Islam (Fordis) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bandung adalah membentuk manusia bertakwa.

Fordis SMPN 9 Bandung, Membentuk Manusia Bertakwa
Kegiatan di Forum Dienul Islam (Fordis) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bandung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Tujuan dari ekstrakurikuler (ekskul) Forum Dienul Islam (Fordis) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bandung adalah membentuk manusia bertakwa.

Setiap sekolah, pasti memiliki cara bagaimana mengembangkan minat dan bakat para peserta didiknya. Keberadaan sebuah ekstra kurikuler (ekskul) dilingkungan sekolah, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap siswanya.

Ekskul memiliki tujuan untuk menambah kegiatan belajar di sekolah secara santai tapi terprogram dengan baik. Pola pembelajaran yang tidak kaku serta bersahabat ini menjadi alasan utama siswa untuk memilih organisasi non-akademik yang ada di lingkungan sekolahnya.

Sebagai catatan, SMPN 9 Bandung memiliki sejumlah ekskul yang bisa dipilih dari berbagai bidang. Selain Fordis, ada juga ekskul olahraga, seni, budaya hingga fokus di bidang keagamaan. Setiap peserta didik diperbolehkan memilih salah satu ekskul yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

"Ekskul Fordis ini tujuannya untuk mengembangkan iman dan ketaqwaan seseorang," kata Wakasek Kesiswaan, Sugeng Winarno, pada Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, Fordis SMPN 9 Bandung memiliki agenda rutin yang bisa diikuti oleh seluruh anggotanya. Mereka akan belajar tentang ilmu keagamaan Islam, seperti belajar tilawah, belajar sejarah kebudayaan Islam, nasyid, bahasa Arab hingga sharing tentang pribadi.

Tak hanya itu, sejumlah siswa-siswi ini juga kerap kali mengisi peringatan hari besar Islam. Seperti, nasyid, membaca Alquran dan lainnya.

"Setiap pagi hari mereka (siswa) juga membimbing teman-temannya untuk membaca doa bersama sebelum belajar," ujar Sugeng.

Dia mengungkapkan, ekskul ini secara tidak langsung mengajarkan siswa-siswinya untuk mandiri, bertanggungjawab, dan sopan santun.

"Siswa yang mengikuti ekskul dan tidak, pasti ketahuan. Setiap latihan, mereka bisa memimpin sendiri tanpa ada pelatih dan guru," ucapnya.

Sugeng menilai, sejauh ini ketertarikan siswa terhadap ekskul Fordis sudah cukup baik. Mereka senang bisa berkegiatan dilingkungan sekolahnya dan berbaur dengan teman-temannya yang berbeda tingkatan.

"Kurang lebih sekitar 20 siswa yang mengikuti ekskul ini. Mereka (siswa) sangat antusias. Justru mereka mementingkan ekskulnya, tapi kami sebagai guru selalu mengingatkan, akademik juga penting," ucapnya.

Dia berharap, melalui ekskul Fordis SMPN 9 Bandung, siswa bisa memanfaatkannya untuk belajar keagamaan jauh lebih mendalam. Selain itu, anak-anak pun bisa meningkatkan ketakwaannya. "Kalau tidak terproteksi oleh agama, pasti akan mudah terjerumus," tambahnya. (okky adiana)


Editor : suroprapanca