FOTO: Operasi Modifikasi Cuaca Guna Cegah Bencana Hidrologis di Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kedua kiri) bersama Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tri Handoko Seto (dari kiri), Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman meninjau pesawat yang akan digunakan untuk operasi modifikasi cuaca sebelum dilepas di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa 11 Maret 2025. 

FOTO: Operasi Modifikasi Cuaca Guna Cegah Bencana Hidrologis di Jabar
foto-foto: syamsuddin nasoetion

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kedua kiri) bersama Deputi Bidang modifikasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tri Handoko Seto (dari kiri), Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman meninjau pesawat yang akan digunakan untuk operasi modifikasi cuaca sebelum dilepas di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Selasa 11 Maret 2025. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BMKG, TNI Angkatan Udara, dan BPBD memulai operasi modifikasi cuaca sebagai upaya mengendalikan curah hujan guna mengurangi risiko banjir di wilayah Jawa Barat. 

Modifikasi cuaca dilakukan dengan menaburkan garam sebanyak 24 ton pada lapisan awan yang dilakukan selama 10 hari atau hingga 20 Maret 2025 mendatang dengan target mengurangi intensitas hujan sebanyak 60 persen. (syamsuddin nasoetion) 


Editor : Doni Ramdhani